Muhammad Ikhsan Attaftazani
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS AKSIOLOGI TERHADAP GUSJIGANG SEBAGAI FALSAFAH HIDUP MASYARAKAT KUDUS Muhammad Ikhsan Attaftazani; Annisa Ranah Zhafira
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 2 (2022): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i2.20158

Abstract

Dakwah Sunan Kudus kepada masyarakat dengan konsep Gusjigang memberikan hasil yang signifikan dalam perkembangan kota Kudus pada masa setelahnya. Konsep Gusjigang telah menjadi falsafah hidup masyarakat sehingga kegiatan mereka terinspirasi dari ajaran tersebut. Bagus, ngaji, dan dagang merupakan sejarah diakronis yang keberadaannya masih terasa sampai sekarang. Akan tetapi, masyarakat melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa saja sehingga tidak terlalu menjiwai konsep gusjigang dalam kehidupan pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam tentang konsep Gusjigang dengan menganalisisnya secara aksiologis. Hal ini bertujuan untuk memahamkan kembali masyarakat nilai-nilai yang terkandung di dalam Gusjigang. Melalui permasalahan tersebut, kajian ini akan menjawab pertanyaan (1) Apa saja nilai-nilai aksiologis yang terkandung dalam Gusjigang? (2) Bagaimana penerapan nilai-nilai aksiologi Gusjigang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kota Kudus? Dengan pertanyaan tersebut, Metode penelitian ini dilakukan dengan menginterpretasi nilai-nilai yang terkandung dalam Gusjigang serta melihatnya secara holistik, baik secara tekstual maupun kontekstual dalam masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Gusjigang memiliki nilai-nilai etika dan estetika seperti menjaga akhlak, bersikap adil, dan memperindah diri. Nilai-nilai tersebut juga tampak dalam keseharian masyarakat kota Kudus yang terkenal dengan toleransi, pendidikan pesantren, dan industri kretek di dalamnya. 
Reinventing Tasawwuf Values in Indonesian Traditional Games Muhammad Ikhsan Attaftazani
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v10i2.538

Abstract

Games are often seen merely as entertainment, overlooking the valuable lessons they contain. However, Indonesian traditional games possess noble national values that can be utilized for religious instruction. Nevertheless, among Islamic scholars, there is an ongoing debate regarding the permissibility of playing games. This research aims to explore the Islamic perspective on games and demonstrate how Indonesian traditional games can teach tasawwuf values, the spiritual dimension of Islam. By doing so, two key questions will be addressed: (1) What is the Islamic viewpoint on games? and (2) How can traditional Indonesian games serve as a platform for teaching Tasawwuf values? The paper will compare various opinions on games from an Islamic standpoint and analyze the Tasawwuf values inherent in Indonesian traditional games. This research uses a qualitative methodology and collects the data through library research. The findings highlight that traditional games encompass Sufism values such as al-Maqāmat (spiritual stations), self-restraint, and self-isolation (khalwā). This study sheds light on the significance of traditional games in fostering spiritual development and enriching religious education. It highlighted the potential of games as a valuable tool for instilling religious values and promoting holistic growth among individuals, particularly within an Islamic framework.