Muliana Hafid
Program Studi Farmasi Universitas Pancasakti Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sirup Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Imunostimulan Terhadap Covid-19 Muliana Hafid; Syachriyani Syachriyani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.226

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 secara global menimbulkan kecemasan masyarakat dunia khususnya Indonesia.. Buah naga mengandung flavonoid, polifenol dan vitamin C sebagai antioksidan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19. Metode yang digunakan adalah uji fagositosis makrofag terhadap sediaan sirup ekstrak kulit buah naga. Kulit buah naga diekstraksi dan dibuat formulasi sirup untuk memudahkan dalam penggunaannya. Sediaan sirup dibuat menjadi 3 formula yaitu FI 5%b/v, FII 10% dan FIII 15% b/v. Sirup kulit buah naga terlebih dahulu di uji mutu  fisik   meliputi   pH,   organoleptik,   homogenitas, viskositas dan stabilitas sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat. Hasil pengujian mutu fisik semua sediaan stabil dan menenuhi persyaratan. Perlakuan diberikan per oral pada mencit selama tujuh hari dan pada hari kedelapan semua kelompok diinfeksikan Escherichia coli secara intraperitonial. Hasil penelitian pengujian fagositosis makrofag dari semua formula sirup yang berefek imunostimulan yaitu FIII dengan persentase 95,51% dan efeknya hampir sama dengan kontrol positif yaitu 96,811%  dan tidak berbeda nyata secara statistik dengan nilai sig 0,008<0,05.
UJI AKTIVITAS FRAKSI N-HEKSAN DAN ETIL ASETAT DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosasinensis L) TERHADAP Candida albicans dan Bacillus subtilis Muliana Hafid; Sulastri Sulastri; A.Muh. Farid
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 2: Desember, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i2.674

Abstract

Daun kembang sepatu mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang berperan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba fraksi etil asetat dan n-Heksan daun kembang sepatu terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Bacillus subtilis. Daun kembang sepatu diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian difraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n-Heksan. Fraksi etil asetat dan n-Heksan diuji aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi cakram. Kelompok perlakuan terdiri dari fraksi etil asetat dan n-Heksan dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%,Na CMC sebagai control negatif. Media yang telah diberi perlakuan diinkubasi selama 24 jam untuk Bacillus subtilis dan 72 jam untuk Candida albicans. Zona hambat yang terbentuk diamati dan diukur menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian Candida albicans kelompok fraksi etil asetat dengan zona hambat sebesar 16,16 mm, pada fraksi n-Heksan paling besar memiliki diameter zona hambat sebesar 16,70 mm, sedangkan hasil penelitian Bacillus subtilis kelompok fraksi etil asetat paling besar memiliki diameter zona hambat sebesar 13,3 mm pada fraksi n-Heksan zona hambat sebesar 12,48 mm. Fraksi etil asetat dan fraksi n-Heksan daun kembang sepatu memiliki aktivitas antimikroba pada konsentrasi 20% yang paling efektif