Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANTIOXIDANT ACTIVITY OF PETAI SELONG (Leucaena leucocephala) USING DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhydrazl) Saddam Husein; Erika Indah Safitri; Yovita Endah Lestari
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.8783

Abstract

Petai selong or petai china (leucaena leucocephala) is populary consumed in southeast asia, such as indonesia, thailand, the philippines and malaysia. This paper aims to anlayze the antioxidant activity of  petai selong (leucaena leucocephala) using DPPH(1,1 diphenyl-2-picrylhydrazl). The antioxidant activity is shown from the phytochemical analysis, degradation of DPPH, and kinetics degradation.  Phytochemical analysis was carried out by dripping petai selong extract with various reagent.DPPH was conducted by mixing the DPPH and extract petai selong with 8 ppm, 12 ppm, 16 ppm, 20 ppm, and 24 ppm. The degradation analysis was conduted using spectrofotometer UV-Vis, and the kinetics degradation were calculated using Langmuir Hinshelwood (L-H). The results show that the petai selong has an antioxidant acitivty. It is stated that the highest degradation occurs at 24 ppm where it degrades about 10 ppm of DPPH, or approximatly about96.14 percent, and the lowest degradation occurs at 8 ppm where it degrades about 2 ppm of DPPH, or approximatly about 0.98 percent. The Langmuir Hinselwood calculations show that the kinetics degradations of DPPH increase with petai selong concentration. It is stated that the higher of petai selong concentrations, the higher of antioxidant effect. 
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL KELOR UNTUK MENGATASI PENYAKIT DEGENERATIF Saddam Husein; Alfi Lestari; Alivia Dela Syahputri; Chelsea Cidera Mentari; Ari Subki Eka Putra
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8767

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit tidak menular yang disebabkan oleh penurunan fungsi organ tubuh kronis akibat proses penuaan atau proses lain termasuk peradangan kronis. Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya mempengaruhi fungsi organ secara menyeluruh, Penyakit degenerative semakin berkembang karena menurunnya aktivitas fisik, gaya hidup dan pola makan. Daun kelor (Moringa oleifera)  termasuk tanaman  herbal yang tumbuh di Indonesia, merupakan sumber daya alam yang sering digunakan bagi kesehatan. . Ekstrak tanaman herbal kelor yang mengandung berbagai phytochemical seperti alkaloid, flavonoid, steroid, glikosida dan lain-lain dapat digunakan sebagai antimikroba, antioksidan, antikanker, antidiabetes dan antihipertensi dan manfaat lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan penyuluhan pentingnya mengetahui penyakit degeneratif dan cara pencegahan terhadap penyakit ini dengan tanaman obat tradisional daun kelor. Dan dengan adanya kegiatan ini akhirnya masyarakat dan pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Sumber Agung Kemiling, Bandar Lampung, Lampung menjadi paham serta mengerti bagaimana pencegahan penyakit degeneratif dengan menggunakan tanaman obat tradisional daun kelor.
PENGARUH PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI FASILITAS KESEHATAN (FASKES) TERHADAP KUALITAS PERAIRAN UMUM : STUDI POTENSI CEMARAN ANTIBIOTIK Saddam Husein; Vania Amanda Samor; Yovita Endah Lestari; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.10400

Abstract

Penggunaan antibiotik di fasilitas kesehatan (FASKES) memiliki dampak signifikan terhadap kualitas perairan umum. Penelitian ini menyoroti bahwa pembuangan sisa-sisa antibiotik melalui limbah cair FASKES dapat menyebabkan kontaminasi antibiotik di lingkungan dan akhirnya mencemari perairan. Kontaminasi tersebut memiliki efek negatif pada ekosistem perairan dan kesehatan manusia. Pengelolaan limbah antibiotik yang tepat di FASKES sangat penting untuk mengurangi risiko kontaminasi antibiotik. Peraturan kebijakan dan panduan yang mengatur penggunaan antibiotik serta pengelolaan limbah di FASKES, bersama dengan peningkatan kesadaran dan edukasi di kalangan staf medis tentang penggunaan antibiotik yang bijaksana, sangat penting. Infrastruktur pengelolaan limbah yang memadai perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan pengolahan limbah medis. Monitoring lingkungan secara rutin harus dilakukan untuk menilai tingkat kontaminasi antibiotik dan menerapkan langkah mitigasi yang diperlukan. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan penggunaan antibiotik di FASKES dapat memiliki dampak minimal terhadap kualitas perairan umum, menjaga kesehatan manusia, dan keberlanjutan lingkungan.
PELATIHAN DAN SOSIALISASI PENGOLAHAN LIMBAH DAUN KELOR MENJADI PUPUK ORGANIK Saddam Husein; Zuliana Lubis; Arya Akbar Pramana Utama; Dhita Yuliantika
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.10369

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat tentang pembuatan pupuk organik dari limbah daun kelor merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan keberlanjutan pertanian, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan pendapatan. Melalui pelatihan dan sosialisasi, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi pupuk organik dari limbah daun kelor. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi lokasi, pengumpulan dan analisis limbah daun kelor, pengembangan formula pupuk organik, pelatihan, sosialisasi, evaluasi, dan pendampingan. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat dalam memproduksi dan menggunakan pupuk organik dari limbah daun kelor, serta meningkatkan keberlanjutan pertanian dan mengurangi dampak lingkungan. Hasil yang dicapai adalah pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik, meningkatnya efisiensi dan kemandirian pertanian, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta peningkatan pendapatan melalui penjualan pupuk organik. Pengabdian kepada masyarakat tentang pembuatan pupuk organik dari limbah daun kelor memberikan manfaat signifikan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemanfaatan Limbah Teh Daun Kelor Sebagai Krim Lulur Erika Indah Safitri; Vania Amanda Samor; Yovita Endah Lestari; Saddam Husein; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.301

Abstract

Penuaan dini menjadi salah satu permasalahan kulit bagi masyarakat dunia. Pemanfaatan limbah teh daun kelor dalam produk krim lulur menjadi daya tarik oleh masyarakat Kelurahan Pinang Jaya karena tanaman kelor tumbuh subur pada daerah tersebut namun jarang dimanfaatkan. Tanaman kelor mengandung bahan aktif seperti vitamin C, flavonoid dan fenolik yang dapat menjaga kesehatan kulit. Kegiatan diikuti oleh 20 ibu-ibu Kelurahan Pinang Jaya dengan metode partisipatori. Kegiatan dilakukan dengan mendemonstrasikan tahapan pembuatan krim lulur dari limbah teh daun kelor hingga tahapan pengemasan dan pemberian label. Uji evaluasi produk dilakukan melalui kuesioner yang dinilai oleh seluruh peserta meliputi warna, tekstur, aroma dan kenyamanan pemakaian. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas peserta sangat menyukai warna dan tekstur serta suka terhadap aroma dan kenyamanan pemakaian. Oleh karena itu, produk krim lulur berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat di Kelurahan Pinang Jaya.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BUAH DURIAN (Artemia salina L.) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Fatmawati, Ni Komang ayu; Husein, Saddam
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.12909

Abstract

Kulit buah durian (Durio zibethinus L.) merupakan limbah yang dapat menimbulkan masalah. Limbah kulit buah durian memiliki bau yang sangat menyengat yang tidak disukai oleh nyamuk, karena bau durian memiliki kandungan efek yang dapat mempengaruhi sistem syaraf. Kulit buah durian mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, steroid, fenolik dan terpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ekstrak kulit buah durian dengan metode ekstraksi memiliki efek toksisitas terhadap larva udang laut (Artemia salina L.), dan mengetahui berapakah konsentrasi ekstrak kulit buah durian dengan metode ekstraksi yang dianggap toksik terhadap larva udang laut. Kulit buah durian yang sudah kering di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dalam 24 jam. Konsentrasi pengenceran sampel 1000 ppm, 500 ppm, 200 ppm, 100 ppm, 75 ppm dan 50 ppm. Ekstrak etanol kulit buah durian yang dihasilkan, kemudian di filtrat dengan menggunakan alat rotary evaporator, dan hasil evaporasi menghasilkan warna merah kecoklatan dengan nilai perhitungan akhir rendemen sebesar 5,96%. Hasil uji toksisitas ekstrak etanol kulit buah durian bersifat toksik sedang dengan nilai LC50 sebesar 169,3406 ppm. Toksisitas sedang memiliki tingkatan LC50 yaitu 100-500 mg/L. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit buah durian memiliki efek toksik terhadap larva udang dengan tingkatan toksisitas sedang.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI REFLUKS Putri, Diana; Tutik, Tutik; Nofita, Nofita; Husein, Saddam
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.8935

Abstract

Diare adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh agen patogen yang dapat menginfeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta menentukan konsentrasi ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap bakteri Escherichia coli dengan menggunakan metode ekstraksi refluks. Kulit bawang merah diekstrak dengan menggunakan metode refluks, ekstrak yang telah diperoleh di uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan  konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yang digunakan adalah 25%, 50%, 75%, dan 100%. Dari hasil ekstraksi diperoleh rendemen sebesar 10,6% dan untuk hasil uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli diperoleh konsentrasi 75% dengan rata-rata zona hambat 2,467 mm dan konsentrasi 100% dengan rata-rata zona hambat 2,767 mm  dimana dapat dikategorikan dalam kategori sedang.  Analisis data menggunakan one way ANOVA hasil menunjukan adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P>0,05.
STUDI BIOINFORMATIKA KONSTITUEN MAYOR Centella asiatica DALAM MEMODULASI KECEMASAN DAN DEPRESI Samor, Vania Amanda; Nurkhalika, Rachmi; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12752

Abstract

Konstituen mayor Centella asiatica (CA) memiliki banyak manfaat farmakologis dan diduga dapat mempengaruhi kondisi kecemasan dan depresi, namun jalur persinyalan molekuler belum sepenuhnya dipahami. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi target potensial mekanisme konstituen mayor melalui pendekatan bioinformatika. Prediksi protein yang dimodulasi oleh konstituen mayor CA dilakukan dengan SwissTargetPrediction 2019 dan STITCH 5.0 yang kemudian dilakukan analisis irisan dengan gen depresi dan kecemasan yang diperoleh dari GeneCards. Analisis interaksi protein-protein dilakukan dengan STRING 11.5 dan ditelusuri ketermungkinan jalur persinyalan gen dengan WebGestalt 2019. Melalui studi diketahui bahwa konstituen mayor CA (asiaticoside) berpotensi memodulasi kondisi kecemasan dan depresi melalui jalur persinyalan BDNF. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi terapi konstituen mayor CA dengan model depresi dan kecemasan.
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur sebagai Masker Wajah di Way Huwi Bandar Lampung Husein, Saddam; Fadilla, Syabil Salza; Sari, Tara Rahma; Aulia, Tasya Luthfia
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v6i1.4824

Abstract

Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Sebagai Masker Wajah di Way Huwi Bandar Lampung merupakan kegiatan program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Way Huwi, Lampung Selatan, Lampung dengan tujuan untuk menyosialisasikan dan memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai masker wajah. Program ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK dan remaja di desa tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah cangkang telur untuk bidang ekonomi dan kecantikan wajah. Program ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK dan remaja di desa tersebut. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, pelatihan, diskusi, dan sesi tanya jawab, didukung oleh bahan visual seperti pamflet dan presentasi PowerPoint. Pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat akan pemanfaatan limbah cangkang telur dan mengolahnya menjadi masker wajah berbahan dasar organik yang berkontribusi sebagai pengurangan limbah dan pemberdayaan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan respon positif dan partisipasi aktif dari masyarakat yang menunjukkan peningkatan kesadaran dalam pengelolaan limbah rumah tangga serta potensi manfaat ekonomi dari mengolah limbah cangkang telur.
Simultaneous tartrazine-tetracycline removal and hydrogen production in the hybrid electrocoagulation-photocatalytic process using g-C3N4/TiNTAs Husein, Saddam; Rustamadji, Ryan Rafi; Pratiwi, Reno; Dewi, Eniya Listiani; Slamet
Communications in Science and Technology Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21924/cst.9.1.2024.1308

Abstract

This study aimed to investigate the removal of tartrazine dye & tetracycline antibiotic and hydrogen (H2) production simultaneously through the hybrid electrocoagulation-photocatalytic process using g-C3N4/TiO2 nanotube arrays (TiNTAs) nanocomposite. The g-C3N4/TiNTAs was used as the photocatalyst. The melamine as the precursor of g-C3N4 was varied to obtain the optimal loading on the removal of tartrazine dye & tetracycline antibiotic and hydrogen (H2) production simultaneously. The integrated acrylic photoreactor was equipped with two 250-W mercury lamps. The nanotubular morphology of TiNTAs and nanostructure features of g-C3N4/TiNTAs were examined using FESEM/EDX and HR-TEM/SAED. The XRD patterns indicated the composition of TiNTAs, confirming the presence of anatase and rutile crystalline phases. UV-Vis DRS also showed a redshift in the composite absorbance and a reduced bandgap with g-C3N4 introduction. The results showed that when tartrazine and tetracycline were treated simultaneously, tartrazine was more dominantly degraded compared to tetracycline. In mixed pollutant system condition, the H2 production increased by 17.0% and 41.1% compared to single pollutant system of tartrazine and tetracycline, respectively. The photocatalyst used in the hybrid process was the g-C3N4/TiNTAs (3 g) which provide the optimum H2 production.