Masih rendahnya hasil belajar IPS disebabkan oleh masih dominannya skill menghafal daripada skill memproses sendiri pemahaman suatu materi. Selama ini, minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) masih tergolong sangat rendah. Hal ini dapat dilihat pada sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus dan ramai sendiri. Bahkan ada sebagian siswa yang menganggap mata pelajaran IPS tidak begitu penting. Faktor minat itu juga dipengaruhi oleh adanya metode mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi. Metode yang konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak, hafalan materi dan ceramah dengan komunikasi satu arah, yang aktif masih didominasi oleh pengajar, sedangkan siswa biasanya hanya memfokuskan penglihatan dan pendengaran. Kondisi pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. Disini guru dituntut untuk pandai menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa kembali berminat mengikuti kegiatan belajar. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan kolaborasi antara guru mata pelajaran geografi dan peneliti. Penelitian ini dilakukan dengan siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan secara individual dan klasikal. Secara individual, siswa dapat dinyatakan mencapai keberhasilan dalam pembelajaran apabila telah mendapatkan nilai sama atau lebih besar dari KKM ( ?70). Selanjutnya, penelitian dinyatakan berhasil jika terjadi peningkatan hasil belajar secara klasikal apabila 85% dari jumlah siswa telah mencapai KKM dan siklus dapat dihentikan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IX C MTsN 2 Ponorogo. Setelah dilaksanakan penerapan metode Ketrampilan Proses menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Data Pra Siklus menunjukkan nilai rata-rata 6,81 atau 48,5 %, kemudian setelah Siklus I naik menjadi rata-rata 7,2 dengan persentase 60%. Dilanjut pada Siklus ke 2 Rata-rata Nilai mencapai 7,5 dengan persentase 77,1%. Karena hasil belajar sudah memenuhi target KKM yaitu 7,0 maka KBM dihentikan.