Bumiaji merupakan sentra Agrowisata Kota Batu, terutama wisata petik Buah dan Sayuran. Buah yang dipetik adalah Apel, Jeruk,manis, Jeruk keprok Batu 55, Lemon, Stroberi, Jambu merah maupun Jambu Kristal. Buah buah tersebut dikonsumsi langsung oleh para wisatawan, untuk itu dibutuhkan hasil buah dan sayur yang dipetik sehat, tidak terkontaminasi bahan kimia yang beracun. Permasalahan Utama di daerah Bumiaji ini penggunaan pestisida kimia masih sangat tinggi, hal ini akan membahayakan bagi kesehatan para petani, konsumen buah dan sayur yang mengkonsumsinya, disamping itu juga membahayakan bagi kesehatan Lingkungan, tanah yang akan tercemar oleh bahan racun yang terkandung pada pestisida , herbisida Kimia. Berdasarkan permasalahan tersebut maka Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Bumiaji khususnya Omah Kebun Bumiaji (OKBA) Kota Batu adalah Sosialisasi Teknologi Budidaya secara Organik untuk tanaman Jeruk Manis. Penggunaan pupuk dan pestisida yang dipakai terdapat dua jenis yaitu pupuk organik (kandang kambing) dan pemanfaatan teknologi mikroorganisme RIM dan bahan alami sehingga aman bagi kesehatan. Metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan adalah Sosialisasi Budidaya Jeruk Manis secara Organik, Praktek dan Pendampingan terhadap kelompok tani Jeruk di daerah Bumiaji. Tahapan budidaya tanaman jeruk manis (Citrus sinensis) terdiri dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan dan panen. Sedangkan dalam pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara organik dengan menggunakan pestisida organik dan pengendalian gulma (rumput dan tanaman liar lainnya) dengan menggunakan herbisida organik. Pemeliharaan tanaman yang dilakukan di Omah Kebun Bumiaji adalah dengan menjaga ketersediaan air pada lahan dan menjaga kebersihaan lingkungan sekitar. Umur buah Jeruk Manis (Citrus sinensis) dapat dipanen saat umur 8 bulan setelah pembungaan, dengan memperhatikan tingkat kematangan yang optimal.