Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hakikat Manusia dan Implikasinya terhadap Pendidikan dalam Islam Putri Wahyuni Sinaga; Isnainy Fazryn; Zeny Novita Mrp; Meiridha Utari Siregar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9900

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hakikat manusia dan implikasinya terhadap pendidikan dalam islam, Pembahasan makna dari siapa manusia sebenarnya telah lama berlangsung, namun sampai sekarang pun tidak ada satu kesatuan dan kesepakatan pandangan berbagai teori dan aliran pemikiran mengenai manusia ini sendiri. Kadang kala studi tentang manusia ini tidak utuh karena sudut pandangnya memang berbeda. Antropologi fisik, misalnya, memandang manusia hanya dari segi fisik-material semata, sementara antropologi budaya mencoba meneliti manusia dari aspek budaya. Sepertinya, manusia sendiri tak henti-hentinya memikirkan dirinya sendiri dan mencari jawaban akan apa, dari apa dan mau kemana manusia itu. Pemahaman manusia yang tidak utuh tentang manusia dapat berakibat fatal bagi perlakuan seseorang terhadap sesamanya. Misalnya saja pandangan dari teori evolusi yang di perkenalkan Darwin pada abad XIX. Bisa saja pandangan Darwin tersebut akan menimbulkan sikap kompetitif dalam segala hal, baik ekonomi, politik, budaya, hukum pendidikan maupun lainnya, bahkan akan menghalalkan berbagai macam cara. Maka, agar dapat dipahami tentang hakekat manusia secara utuh, ada beberapa pendapat atau pandangan tentang manusia ini. a) Aliran materialism, b) Aliran spiritualisme, c) Aliran Dualisme. Al-Qur’an memperkenalkan tiga istillah kunci (key term) yang digunakan untuk menunjukkan arti pokok manusia, yaitu al-insan, basyar dan Bani Adam, hakikat pendidikan akan memberikan landasan yang kuat terhadap praktik pendidikan dalam upaya memanusiakan manusia. Hakikat pendidikan menjadikan arah pendidikan menjadi kokoh dan kuat untuk memuliakan manusia. Upaya dalam praktik pendidikan perlu mendasarkan diri pada hakikat pendidikan sebagai tiang penyangganya. Berbagai upaya dan peralatan dilakukan manusia untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya dengan jalan menerapkan pengetahuan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode (library reseach) dengan mengumpulkan sejumlah literatur yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Pengumpulan data dengan hasil penelitian terdahulu yang menjadi pendukung data pada penelitian ini.
Pengaruh Berfikir Positif untuk Menurunkan Stres Psikologis Yenti Arsini; Aisyah Amini; Putri Wahyuni Sinaga
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Vol. 3 No. 2 Juli- Desember 2023
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v3i2.367

Abstract

Stres merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh individu, siapapun dapat terkena stres baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Stres merupakan suatu tekanan pada individu ketika individu tidak mampu memenuhi harapannya (Weinberg & Gould, 2003). Stres adalah sebuah kondisi seseorang yang mengalami tuntutan emosi berlebihan. Keadaan ini dapat mengakibatkan munculnya cukup banyak gejala, seperti depresi, kelelahan kronis, mudah marah, gelisah, impotensi, dan kualitas kerja yang rendah. Stres bisa dialami oleh siapapun termasuk itu mahasiswa. Yang mana stres pada mahasiswa adalah suatu peristiwa atau pengalaman yang negatif yang kemudian menjadi ketegangan, beban dan tekanan yang dirasakan mahasiswa, dan juga berpotensi membahayakan untuk individu, yang berasal dari sistem biologis, psikologis dan sosial dari seorang mahasiswa. Stres yang dialami oleh mahasiswa itu antara lain karena masalah akademik, lingkungan budaya, adaptasi diri, dan lingkungan sosial. Salah satu cara yang dapat mengurangi stres pada mahasiswa yaitu dengan adanya berfikir yang positif.