Salah satu peran penting dalam keberhasilan suatu perusahan yaitu pemeliharaan. Masalah pemeliharaan mesin (maintenance) dan dalam meningkatkan produktivitas serta mempertahankan mutu menjadi faktor pernting yang harus diperhatikan dalam fasilitas produksi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Total Productive Maintenance (TPM) pada mesin injection 2500T New menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT. XYZ. Penggunaan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dalam TPM yang mencakup tiga faktor yaitu availability rate, performance rate dan quality rate yang memiliki fungsi tentang kondisi lini yang dapat dilihat secara keseluruhan dan efektivitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat 2 proses pemeliharaan (Maintenance) di PT. XYZ yaitu Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) dan Pemeliharaan tidak terencana (Unplanned Maintenance). Sedangkan hasil perhitungan yang didapatkan nilai rasio availability rate dan performance rate periode 2-25 February 2022 berada dibawah standar global yaitu sebesar 39% dan 68%. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan analisis penyebab rendahnya nilai rasio availability rate dan performance rate menggunakan fishbone diagram atau diagram sebab akibat. Dari hasil perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang merupakan salah satu pengukuran tingkat efektifitas, didapatkan hasil bahwa tingkat keefektifan mesin injection 2500T New pada pembuatan spare part otomotif periode 2-25 February 2022 sebesar 28% dan dibawah standar yang ditentukan yaitu sebesar 85%. Adapun usulan yang dapat diberikan bagi PT. XYZ yaitu memperbaharui Standard Operasional Procedure yang sudah dibuat dan diterapkan, melakukan peningkatan dan penerapan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada proses produksi, melakukan peningkatan ketersediaan (Availability) dan kemampuan (Performance) mesin injection 2500T New. Sehingga, nilai pada kedua rasio efektifitas mesin injection dapat meningkat.