Husnul Khotimah
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Moderasi Beragama di Desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri Tahun 2022 Husnul Khotimah; Yusup Rohmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana pembinaan moderasi beragama di Desa Wonokerto, (2) Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pembinaan moderasi beragama di Desa Wonokerto, (3) Solusi apa yang dilakukan dalam menghadapi kendala pembinaan moderasi beragama di desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri tahun 2022? Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif. Bertempat di desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Pada bulan Juli – Nopember 2022. Subyek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Wonokerto, Sedangkan Informan adalah Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, sebagian Warga. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dengan model interaktif dari Miles and Huberman, dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data penyajian data dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pembinaan moderasi beragama di desa Wonokerto kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri tahun 2022 dilakukan dengan cara (a) Perencanaan pembinaan yang dilakukan pada setiap awal tahun dan mengikut sertakan seluruh perangkat desa, (b) Dasar hukum yang digunakan dalam melakukan pembinaan antara lain UU desa, KMA no. 93. (c) Metode yang digunakan dalam pembinaan adalah memberikan contoh atau teladan, pembiasaan dan pemberian penjelasan; (d) Mengadakan evaluasi setiap 3, 6 bulan dan pada akhir tahun; (e) Interaksi sosial inter umat beragama dan antar umat beragama. (2) Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pembinaan moderasi beragama di desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri tahun 2022 antara lain, latar belakang kehidupan masyarakat yang berbeda, tingkat pendidikan yang sangat heterogen serta tempat tinggal antara satu dukuh dengan dukuh yang lain merupakan kendala dalam pembinaan moderasi beragama, (3) Solusi yang dilakukan dalam menghadapi kendala pembinaan moderasi beragama di desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri tahun 2022 adalah kerjasama dari berbagai pihak dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh desa atau kegiatan oleh masyarakat itu sendiri, misalnya hajatan, pengajian bagi kaum muslimin, kegiatan gereja bagi selain non muslim.
MEMBANGUN KARAKTER ANAK HEBAT MELALUI EDUKASI PERGAULAN SEHAT DI SDN 02 TEGALREJO KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH Aish Nurul Sabrina; Husnul Khotimah; Indriati Najwa; Winike Tiyonansa Putri; Muhammad Sulchan; Lutfiana Tri Indriyani; Muhammad Yasin Firmansyah; Della Mustika Dewi; Riha Zahrotul Jannah; Hisyam Hafidz Alydrus; Rohima Khoirunnisa; Ali Ridho
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik sekolah dasar mengenai pembentukan karakter melalui pergaulan sehat, perlindungan diri, serta penggunaan gadget dan media sosial secara bijak. Kegiatan dilaksanakan di SDN 02 TEGALREJO, Bayat, Klaten dengan sasaran peserta didik kelas 4, 5, dan 6. Sebagai materi pendukung, peserta didik juga diberikan edukasi mengenai pubertas dan kebersihan diri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui penyampaian materi menggunakan PowerPoint, tanya jawab, kuis, game, dan ice breaking. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik agar mudah dipahami. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap respons, keaktifan, kemampuan menjawab pertanyaan, dan keterlibatan peserta didik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengikuti kegiatan dengan cukup aktif dan menunjukkan keterlibatan yang lebih baik ketika kegiatan dilakukan melalui kuis dan game. Penggunaan metode yang bervariasi mampu menciptakan suasana edukasi yang lebih interaktif dan tidak monoton. Kegiatan ini memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat, menghargai teman, menjaga keamanan diri, serta mengenali perubahan diri dan menjaga kebersihan diri. Kegiatan edukasi secara berkelanjutan dengan melibatkan pihak sekolah dan orang tua diperlukan agar pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.