Tri Widia Irianti
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Hand sanitizer Ekstrak Etanol Kulit Terung Ungu (Solanum melongena L.) Terhadap Bakteri Muhammad Ridho Yuriadi; Mitha Mutia Nilam Sari; Muhammad Yuda Pratama; Tri Widia Irianti; Fini Noor Nazila
Husada Mahakam Vol 12 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v12i2.319

Abstract

Hand sanitizer is used to clean or remove germs on hands. Hand sanitizer can be made using natural ingredients such as purple eggplant skin (Solanum melongena L.), because contains metabolites such as alkaloids and flavonoids that function as antibacterial. This study aims to determine the effectiveness of hand sanitizer of extract purple eggplant skin against bacteria on the hands. This type of research is a quasi-experimental research design with a pre-posttest only control group design consisting of 5 treatments with concentrations of 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. The research subjects consisted of 5 people who swab their palms before and after giving hand sanitizer and then counted the number of germs in CFU/cm2. In conclusion, the most optimal time and concentration of ethanol extract of purple eggplant hand sanitizer in killing bacteria were 10 minutes and a concentration of 20%.
Perbandingan Variasi Konsentrasi Sabun Cuci Piring Terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin Pada Tahap Deparafinasi Tri Widia Irianti
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 7 No 1 (2024): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i1.20070

Abstract

Salah satu tahapan dalam pewarnaan Hematoksilin Eosin yaitu deparafinasi.  Deparafinasi adalah proses pelunturan parafin dari jaringan. Xilena merupakan agen deparafinasi yang paling banyak digunakan, namun bersifat toksik dan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti xilena yaitu sabun cuci piring. Sabun cuci piring terbuat dari bahan utama yaitu surfaktan. Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan parafin yang menempel pada permukaan sediaan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kualitas pewarnaan Hematoksilin Eosin pada organ hepar tikus putih (Rattus norvegicus) yang dideparafinasi menggunakan xilena dan sabun cuci piring konsentrasi 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 1,7%. Jenis penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan Posttest only control group design. Hasil penelitian kualitas pewarnaan Hematoksilin Eosin yang dideparafinasi menggunakan xilena dan sabun cuci piring 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 1,7% didapatkan hasil pewarnaan yang baik dengan persentase berturut-turut 100%, 64%, 68%, 88%, dan 88%. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kualitas pewarnaan Hematoksilin Eosin yang dideparafinasi menggunakan xilena dan sabun cuci piring konsentrasi 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 1,7%. Kelompok konsentrasi yang memiliki perbedaan bermakna antara sabun cuci piring dengan xilena yaitu konsentrasi 0,5% dan 1,0%, sedangkan pada konsentrasi 1,5% dan 1,7% tidak terdapat perbedaan bermakna atau memiliki kualitas yang sama berdasarkan uji statistik. Disarankan penggunaan sabun cuci piring konsentrasi 1,5% dan 1,7% sebagai alternatif pengganti xilena pada tahap deparafinasi.
Perbandingan Variasi Konsentrasi Sabun Cuci Piring Terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin Pada Tahap Deparafinasi Tri Widia Irianti
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 7 No 1 (2024): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i1.20070

Abstract

Salah satu tahapan dalam pewarnaan Hematoksilin Eosin yaitu deparafinasi.  Deparafinasi adalah proses pelunturan parafin dari jaringan. Xilena merupakan agen deparafinasi yang paling banyak digunakan, namun bersifat toksik dan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Alternatif lain yang dapat digunakan sebagai pengganti xilena yaitu sabun cuci piring. Sabun cuci piring terbuat dari bahan utama yaitu surfaktan. Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan parafin yang menempel pada permukaan sediaan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kualitas pewarnaan Hematoksilin Eosin pada organ hepar tikus putih (Rattus norvegicus) yang dideparafinasi menggunakan xilena dan sabun cuci piring konsentrasi 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 1,7%. Jenis penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan Posttest only control group design. Hasil penelitian kualitas pewarnaan Hematoksilin Eosin yang dideparafinasi menggunakan xilena dan sabun cuci piring 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 1,7% didapatkan hasil pewarnaan yang baik dengan persentase berturut-turut 100%, 64%, 68%, 88%, dan 88%. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kualitas pewarnaan Hematoksilin Eosin yang dideparafinasi menggunakan xilena dan sabun cuci piring konsentrasi 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 1,7%. Kelompok konsentrasi yang memiliki perbedaan bermakna antara sabun cuci piring dengan xilena yaitu konsentrasi 0,5% dan 1,0%, sedangkan pada konsentrasi 1,5% dan 1,7% tidak terdapat perbedaan bermakna atau memiliki kualitas yang sama berdasarkan uji statistik. Disarankan penggunaan sabun cuci piring konsentrasi 1,5% dan 1,7% sebagai alternatif pengganti xilena pada tahap deparafinasi.