Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Kesehatan Mental Pada Remaja Di MAN 1 Tuban Ahmad Abdul Aziz
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1965

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu krusial dalam dunia pendidikan dan sosial karena masa remaja adalah fase kritis dalam perkembangan psikologis individu. Tingginya prevalensi gangguan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi pada remaja di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tuban, menunjukkan urgensi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan mental pada remaja di MAN 1 Tuban. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitiannya yaitu Tingkat pengetahuan Kesehatan mental, Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja kelas XI sebanyak 120 siswa, dengan sampel berjumlah 92 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Guttman, dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 70,7 % remaja berusia 18 tahun, sebagian besar 62 % berjenis kelamin Perempuan dan hampir seluruhnya 78,3 % kondisi keluarga remaja memiliki keluarga yang utuh. Sebagian besar 68,5 % remaja memiliki pengetahuan kesehatan mental kategori cukup, dan hampir seluruhnya 76,9 % remaja dengan tingkat pengetahuan kesehatan mental cukup berusia 18 tahun, sebagian besar 71,4 % remaja dengan tingkat pengetahuan kesehatan mental yang cukup berjenis kelamin laki-laki, dan sebagian besar 70,8 % remaja dengan tingkat pengetahuan kesehatan mental yang cukup memiliki keluarga yang utuh. Pengetahuan memainkan peran penting dalam mempengaruhi perilaku individu terkait kesehatan mental. Artinya, semakin baik pengetahuan remaja, semakin rendah pula tingkat krisis kesehatan mental pada remaja karena dengan pengetahuan yang baik, remaja mampu mengetahui, memahami, dan mengaplikasikan sehingga terwujud perilaku yang sehat.
Persepsi Wisatawan Milenial dan Generasi Z Mengenai Kegiatan Konservasi Lingkungan Saat Berwisata: (Studi Kasus di Desa Wisata Candirejo, Kabupaten Magelang) Ahmad Abdul Aziz; Hardiman Hardiman; Arina Nindyar; Rayhan Alfiano S. P; Bunga Mirza S
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v5i2.6825

Abstract

This study aims to determine the perceptions of millennial and generation z tourists regarding the implementation of conservative and environmentally friendly tourism concepts in Candirejo tourism village, Kabupaten Magelang. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques uses semi-structured interviews and direct observation in Candirejo tourism village. This research informant consist of 6 peoples, consisting of 3 millennial tourists and 3 generation z tourists who have experienced tourism activities in Candirejo tourism village. Data analysis technique was carried out using thematic analysis methods. The results of the study indicate that conservation and environmentally friendly practices carried out by the tourism village managers and tour operators are able to provide a positive impression for millennial and generation z tourists. This study concludes that both millennial and generation z tourists consider the conservation and environmentally friendly concepts implemented in the Candirejo tourism village to be an added-value in increasing interest in traveling to the destination because it can provide a new atmosphere and experience in carrying out tourism activities.