La Ludin
Institut Ilmu Kesehatan Strada Indonesia Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Seram Bagian Timur Propinsi Maluku La Ludin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10930

Abstract

Standar Pelayanan Minimal, adalah ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplore Implementasi Pencapaian Standar Pelayanan Mininal di Masa Pandemi Covid-19. Di Kabupaten Seram Bagian Timur Propinsi Maluku. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Merupakan penelitian yang menganalisis suatu kasus atau masalah spesifik saat ini dengan mengandalkan kepercayaan pribadi berdasarkan fakta-fakta dan data historis yang ada, lalu fakta dan data tersebut ditanggapi, dikumpulkan, dianalisis, serta diinterpretasikan. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara medalam dengan informan. Penentuan informan dalam penelitain ini dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan  bahwa  Perencanaan di masa pandemic covid 19, Petugas belum melaksanakan penyesuaian target sasaran yang telah disusun sebelumnya, tidak mencari penyebab masalah seihinga tidak  tercapai indicator program, belum melakukan revisi program sesuai kebutuhan pandemic covid, serta tidak memetakan populasi rentang untuk sasaran pemeriksaan. Pelaksanaan  Program SPM  tidak maksimal karena masyarakat sangat termakan dengan berita hoaks, kalau sakit  tidak ke puskesmas, adanya pembatasan sosial masyarakat jadi malas berkunjung ke puskesmas, dan tidak bisa monev langsung ke Puskesmas, upaya yang dilakukan : Monitoring dan evaluasi program hasilnya di kirim ke petugas melalui WA grup, meningkatkan kapasitas petugas melalui pelatihan atau on the job training, melakukan feedback laporan ke puskesmas. Evaluasi program SPM dilakukan tingkat kabupaten setiap enam bulan dengan menilai capaian pogram per puskesmas dan  capaianya rendah di buat intervensi lanjutan.