Articles
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA (NAOH) DALAM PROSES PEMBUATAN SWEET POTATO SOAP
Amildha Amalia Furqon Islamy;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i4.419
Seiring dengan perkembangan zaman yang pesat tingkat kesadaran masyarakat Indonesia dalam memelihara kesehatan tubuh semakin meningkat. Dibuktikan dengan adanya permintaan masyarakat terhadap produk sabun mandi padat yang tidak hanya melindungi kulit dari ancaman bakteri dan virus tetapi juga memberi manfaat lebih bagi kesehatan kulit. Sehingga dibutuhkan inovasi dan perkembangan teknologi terhadap produksi sabun. Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan ekstrak sweet potato dalam proses pembuatan sabun mandi padat. Proses yang digunakan pada penelitian ini adalah saponifikasi dengan cold process, yaitu proses berlangsung tanpa melibatkan pemanasan. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh rasio minyak kelapa sawit, minyak kelapa (VCO) dan minyak zaitun serta konsentrasi NaOH terhadap karakteristik sweet potato soap, yaitu dengan rasio minyak sawit : minyak VCO : minyak zaitun adalah 10:20:20; 20:10:20;20:20:10 dan variasi konsentrasi larutan NaOH 20;30;40 % (b/v) terhadap volume air. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan akan meningkatkan nilai derajat keasaman (pH) dan nilai kadar alkali bebas. Kemudian semakin tinggi jumlah rasio minyak VCO dan minyak kelapa sawit terhadap minyak zaitun akan meningkatkan nilai pH dan kadar alkali bebas pada sabun mandi padat. Sabun mandi padat yang memenuhi SNI 3532:2016 didapatkan pada variasi konsentrasi NaOH 20% dengan komposisi minyak 20:10:20. Pada variabel tersebut dihasilkan nilai pH sabun 9 dan kadar alkali bebas 0,014%.
PENGARUH VARIASI NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) TERHADAP PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT SARI MENTIMUN
Eliza Firdausi Agustin;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i4.471
Sejalan dengan perkembangan zaman yang pesat dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks, penggunaan sabun mandi padat yang biasa saja tidaklah cukup. Pertimbangan pemilihan sabun tidak selalu berdasarkan pada segi harga saja, tetapi juga kandungan bahan alami dan manfaat dari produk tersebut. Salah satu bahan alami yang kaya akan manfaat adalah mentimun. Mentimun merupakan buah yang mengandung banyak zat antioksidan yang sangat bagus untuk merawat kesehatan kulit. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan mengkaji tentang pembuatan sabun mandi padat yang menggunakan bahan tambahan sari buah mentimun. Metode pembuatan sabun pada penelitian ini menggunakan hot process dengan memvariasikan NaOH mulai dari 20; 30; 40 % (b/v) serta variasi sari mentimun 0; 1; 1,5 ml. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH akan menaikkan nilai pH, kestabilan busa, alkali bebas, dan kadar air. Sedangkan volume mentimun berpengaruh terhadap kenaikan nilai pH dan kestabilan busa serta menurunkan nilai kadar alkali bebas. Sabun mandi padat yang memenuhi standar SNI sabun 3532:2016 didapatkan pada konsentrasi NaOH 30% (b/v) dan volume sari mentimun 1 ml. Pada variabel tersebut dihasilkan pH sabun 8; kestabilan busa 5,5 cm; kadar alkali 0,05%; dan kadar air 7,7%.
EVALUASI KINERJA LAPISAN LANDFILL PADA AREA ASH DISPOSAL PT PAITON OPERATION AND MAINTENANCE INDONESIA (PT POMI)
Muhammad Emeraldi;
Nanik Hendrawati;
Heru Sulistyawan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v6i2.107
Landfill pada area Ash Disposal yang berada di PT POMI mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan limbah B3 berupa fly ash dan bottom ash. Landfill tersebut memiliki 7 sumur pantau (MW) yang terdiri dari 3 sumur pantau di area upstream dan 4 sumur pantau di area downstream. Sumur pantau memiliki fungsi sebagai alat pemantau kualitas air tanah di sekitar landfill dan untuk mengetahui kondisi / kinerja lining system landfill. Salah satu sumur pantau yaitu MW 5 memiliki karakteristik yang berbeda daripada sumur pantau yang lain. Perbedaan karakteristik sumur pantau bisa menandakan bahwa kinerja lapisan landfill bermasalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab yang terjadi pada MW 5 karena memiliki karakteristik yang berbeda daripada MW lain dan mengetahui kinerja lapisan landfill yang berada pada PT POMI. Karakteristik yang berbeda pada MW 5 dikarenakan keadaan hidrologi (sumber air) yang berada pada MW tersebut dan dipastikan bahwa lining landfill pada area Ash Disposal bekerja dengan baik dan tidak mengalami kebocoran.
KAJIAN LITERATUR KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE POLYMER BERBAHAN BAKU PATI DENGAN PENAMBAHAN FILLER DAN BEESWAX
Lutfi Kusuma Wardani;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.246
Biodegradable polymer berbahan dasar pati merupakan alternatif polymer ramah lingkungan yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh bahan – bahan polymer sekali pakai berbahan dasar minyak bumi. Biodegradable polymer dengan bahan dasar pati memiliki kelemahan antara lain nilai water vapor permeability dan water absorption nya yang besar serta nilai kuat tarik nya yang kecil. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler dan coating beeswax terhadap karakteristik biodegradable polymer berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan. Berdasarkan jurnal yang didapat pengaplikasian coating beeswax dapat menurunkan nilai water absorption lebih baik dari biodegradable polymer tanpa coating. Penelitian dengan menggunakan filler tanpa coating beeswax menghasilkan nilai water absorption sebesar 15,77% dengan bahan baku pati singkong. Penelitian menggunakan coating beeswax menghasilkan nilai water absorption sebesar 0,8%. Penelitian dengan coating beeswax menghasilkan nilai water vapor permeability sebesar 4,4042 x 10-9g mm/s m2Pa. Pada pengujian kuat tarik dengan menggunakan filler tanpa coating beeswax menghasilkan nilai kuat tarik sebesar 20 MPa. Penelitian menggunakan coating beeswax menghasilkan nilai kuat tarik terbaik yaitu 14 MPa.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PABRIK KIMIA PEMBUATAN YOGURT DARI BAHAN BAKU KEDELAI
Muhammad Faturrahman Widyono;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v7i2.290
Kedelai merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang besar di Indonesia. Indonesia masih belum memiliki pabrik berskala besar yang memanfaatkan kedelai sebagai bahan untuk memproduksi yogurt. Dalam merencanakan Proses produksi pabrik kimia pembuatan yogurt kedelai perlu mempertimbangkan berbagai macam proses produksi, metode dan bahan yang paling efisien untuk menghasilkan produk yang optimal. Perhitungan kapasitas produksi harus lah di lakukan, perhitungan kapasitas produksi dilakukan dengan perhitungan kenaikan rata-rata kebutuhan produksi dengan menggunakan data yang telha tersedia setiap tahunnya, dengan penggunaan data 2014-2018 untuk mendapatkan perkiraan kapasitas produksi tahun 2024. Tujuan dari penelitian ini untuk menyeleksi beberapa proses, komposisi bahan dan waktu fermentasi pada pembuatan yogurt kedelai untuk mengetahui metode yang terbaik dan menentukan kapasitas produksi pabrik kimia yogurt kedelai yang pada tahun 2024. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode produksi semi batch merupakan metode yang terbaik, dengan waktu fermentasi terbaik selama 8 jam, serta penggunaan campuran kultur merupakan proses produksi paling optimal, dan dengan kapasitas pabrik pada tahun 2024 sebesar 7000 ton/tahun.
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TIPE DOUBLE PIPE SEBELUM REAKTOR PADA PRA-RANCANGAN PABRIK KIMIA CUCUMBER SOAP KAPASITAS PRODUKSI 6.300 TON/TAHUN
Intan Mahrissa Ainursyiam;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i2.378
Pada situasi dan kondisi pandemi seperti ini, memicu orang-orang untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan melakukan cuci tangan menggunakan sabun. Sabun merupakan sufraktan yang berguna sebagai zat pembersih dan berasal dari reaksi saponifikasi trigliserida. Keberhasilan produk sabun, didapatkan dari reaksi antara trigliserida (minyak) dan larutan alkali secara sempurna. Proses saponifikasi terjadi didalam reaktor dengan kondisi operasi 90°C. Untuk mengurangi penggunaan steam dan beban dari reaktor maka, diperlukan pemanasan awal sebelum memasuki reaktor terhadap larutan minyak dari suhu 30°C mencapai 70°C dengan menggunakan alat penukar panas yaitu heat exchanger. Agar tercapai efisiensi yang lebih baik, maka diperlukan perancangan sesuai dengan kebutuhan pemanasan. Upaya terhadap perancangan ini, dilakukan dengan cara memilih jenis heat exchanger, dan melakukan perhitungan terhadap dimensi dari heat exchanger. Dari perhitungan menggunakan aplikasi microsoft exceel, didapatkan data berupa panjang pipa 12 ft, luas perpindahan panas 50,754 ft2, dan juga menghasilkan fouling factor sebesar 0,003 Btu/jam.ft2.F yang mana hasil tersebut sudah sama dengan nilai fouling factor ketentuan. Hal ini menunjukkan bahwa heat exchanger dalam keadaan aman dan layak beroperasi tanpa adanya hambatan.
PENGARUH VARIASI NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) TERHADAP PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT SARI MENTIMUN
Eliza Firdausi Agustin;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i4.471
Sejalan dengan perkembangan zaman yang pesat dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks, penggunaan sabun mandi padat yang biasa saja tidaklah cukup. Pertimbangan pemilihan sabun tidak selalu berdasarkan pada segi harga saja, tetapi juga kandungan bahan alami dan manfaat dari produk tersebut. Salah satu bahan alami yang kaya akan manfaat adalah mentimun. Mentimun merupakan buah yang mengandung banyak zat antioksidan yang sangat bagus untuk merawat kesehatan kulit. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan mengkaji tentang pembuatan sabun mandi padat yang menggunakan bahan tambahan sari buah mentimun. Metode pembuatan sabun pada penelitian ini menggunakan hot process dengan memvariasikan NaOH mulai dari 20; 30; 40 % (b/v) serta variasi sari mentimun 0; 1; 1,5 ml. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH akan menaikkan nilai pH, kestabilan busa, alkali bebas, dan kadar air. Sedangkan volume mentimun berpengaruh terhadap kenaikan nilai pH dan kestabilan busa serta menurunkan nilai kadar alkali bebas. Sabun mandi padat yang memenuhi standar SNI sabun 3532:2016 didapatkan pada konsentrasi NaOH 30% (b/v) dan volume sari mentimun 1 ml. Pada variabel tersebut dihasilkan pH sabun 8; kestabilan busa 5,5 cm; kadar alkali 0,05%; dan kadar air 7,7%.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PEMBUATAN SWEET POTATO SOAP
Dyan Ayu Setyaningsih;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i2.375
Sabun ialah campuran senyawa natrium dengan asam lemak yang digunakan sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk padat dan berbusa. Pada studi literatur dan analisis perhitungan ini digunakan trigliserida dan natrium hidroksida sebagai bahan dasar pembuatan sabun padat dengan penambahan ekstrak ubi ungu. Ubi ungu memiliki zat anthocyanin yang berkhasiat untuk menangkal radikal bebas, anti kanker dan penyakit kulit degeneratif. Untuk menentukan seleksi proses dan kapasitas produksi perlu dilakukan dalam perencanaan pembangunan pabrik guna menentukan kelayakan berdirinya suatu pabrik. Tujuan dari studi literatur dan analisis perhitungan ini adalah untuk menyeleksi beberapa metode proses dalam pembuatan sabun padat untuk menentukan metode proses yang lebih baik dan menentukan kapasitas produksi pabrik yang akan berdiri pada tahun 2024 di Kota Mojokerto dengan metode pertumbuhan rata-rata per tahun. Dalam merencanakan proses pembuatan sabun harus mempertimbangkan berbagai metode proses produksi sehingga diperoleh yang paling efisien untuk menghasilkan produk dengan optimal. Hasil dari studi literatur dan analisis perhitungan ini menunjukkan bahwa metode proses produksi yang paling optimal adalah dengan metode saponifikasi trigliserida dan dengan kapasitas produksi pabrik pada tahun 2024 sebesar 5.100 ton/tahun. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pabrik layak untuk didirikan dilihat dari analisis ekonomi yaitu Break Even Point (BEP) sebesar 53%, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15%, Pay Out Time (POT) sebesar 2 tahun, Return Of Investment (ROI) sebesar 33%.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS PADA PEMBUATAN HAND SANITIZER GEL
Hana Mufidah;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i4.476
Hand sanitizer merupakan pembersih tangan dari patogen yang berbentuk cairan dan gel. Produk ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti sabun cuci tangan, sebab produk ini dapat digunakan kapan saja dan dimana saja tanpa perlu dibilas dengan air, sehingga menjadi lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis pada pembuatan hand sanitizer gel. Proses ekstraksi kulit jeruk nipis dilakukan dengan metode maserasi, dengan merendam ekstrak kulit jeruk nipis di dalam alkohol 96%. Proses pembuatan hand sanitizer gel dengan melarutkan semua bahan dan menambahkan eksrak kulit jeruk nipis dalam konsentrasi tertentu sesuai dengan analisa, serta hasil akhir dari hand sanitizer adalah gel. Variabel yang digunakan yaitu jumlah konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis sebanyak (0%, 5%, 10%, dan 15%) w/v dari pelarut. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis yang ditambahkan mempengaruhi kenaikan nilai uji organoleptik bau dan rasa hingga mencapai nilai 3. Namun, berbanding terbalik dengan nilai uji organoleptik warna dan pH, semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka nilai uji organoleptik warna semakin menurun hingga mencapai nilai 1, sedangkan pada uji pH menunjukkan nilai 5.
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA (NAOH) DALAM PROSES PEMBUATAN SWEET POTATO SOAP
Amildha Amalia Furqon Islamy;
Nanik Hendrawati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/distilat.v8i4.419
Seiring dengan perkembangan zaman yang pesat tingkat kesadaran masyarakat Indonesia dalam memelihara kesehatan tubuh semakin meningkat. Dibuktikan dengan adanya permintaan masyarakat terhadap produk sabun mandi padat yang tidak hanya melindungi kulit dari ancaman bakteri dan virus tetapi juga memberi manfaat lebih bagi kesehatan kulit. Sehingga dibutuhkan inovasi dan perkembangan teknologi terhadap produksi sabun. Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan ekstrak sweet potato dalam proses pembuatan sabun mandi padat. Proses yang digunakan pada penelitian ini adalah saponifikasi dengan cold process, yaitu proses berlangsung tanpa melibatkan pemanasan. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh rasio minyak kelapa sawit, minyak kelapa (VCO) dan minyak zaitun serta konsentrasi NaOH terhadap karakteristik sweet potato soap, yaitu dengan rasio minyak sawit : minyak VCO : minyak zaitun adalah 10:20:20; 20:10:20;20:20:10 dan variasi konsentrasi larutan NaOH 20;30;40 % (b/v) terhadap volume air. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan akan meningkatkan nilai derajat keasaman (pH) dan nilai kadar alkali bebas. Kemudian semakin tinggi jumlah rasio minyak VCO dan minyak kelapa sawit terhadap minyak zaitun akan meningkatkan nilai pH dan kadar alkali bebas pada sabun mandi padat. Sabun mandi padat yang memenuhi SNI 3532:2016 didapatkan pada variasi konsentrasi NaOH 20% dengan komposisi minyak 20:10:20. Pada variabel tersebut dihasilkan nilai pH sabun 9 dan kadar alkali bebas 0,014%.