Abdul Chalim
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH LAJU ALIR GLISERIN TERHADAP EFISIENSI PERTUKARAN PANAS DALAM SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER Muhammad Assabil Zidan; Abdul Chalim
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6254

Abstract

Saat ini energi merupakan kebutuhan pokok yang berpengaruh penting dalam kehidupan manusia. Seiring meningkatnya kebutuhan energi terutama di dunia industri kimia, diperlukan suatu usaha untuk melakukan efisiensi pada penggunaan energi tersebut. Oleh karena itu, diibutuhkan suatu alat untuk menyerap sumber panas menggunakan HE (Heat Exchanger) tipe shell and tube. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data konsentrasi fluida gliserin – etanol serta suhu inlet fluida panas dan dingin sehingga didapatkan nilai NTU (Number Transfer Unit) yang optimal. Nilai NTU merupakan tolak ukur perpindahan panas serta menjadi parameter perpindahan panas suatu penukar panas yang tidak berdimensi. Jenis aliran yang digunakan pada penelitian ini adalah counter-current dengan fluida panas pada tube dan fluida dingin pada shell. Variabel yang digunakan adalah suhu fluida panas 30, 35, 40°C, dan suhu fluida dingin 25°C. Penelitian ini akan dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan Shell and tube Heat exchanger 1-1. Untuk menentukan efektifitas dilakukan perhitungan ΔTLMTD (Log Mean Temperature Difference) , U (koefisien perpindahan panas), NTU (Number Transfer Unit), dan efektivitas. Nilai efektivitas dan efisiensi alat semakin besar seiring dengan bertambahnya laju alir fluda dingin. Efektivitas dan efisiensi terbesar diperoleh pada laju alir fluida dingin sebesar 1 L/menit yaitu 0,89 dan 86%.
KINETIKA REAKSI KOAGULAN ALUMUNIUM CHLOROHIDRAT TERHADAP TOTAL SUSPENDID SOLID PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KRIMER Fani Wahyu Aprilia; Abdul Chalim; Bernardete Ferdinata Dandel
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6626

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT. LNK merupakan pengolahan air limbah dikawasan industri yang ada di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Proses pengelolaan air limbah pada PT. LNK merupakan sistem pengolahan air limbah dengan menggunakan Integrated Fix Film Activated (IFFAS) atau lumpur aktif yang berfungsi sebagai pengolahan mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinetika reaksi koagulan Alumunium Chlorohidrat (ACH) terhadap Total Suspended Solid (TSS) dalam pengolahan limbah cair industri krimer. Limbah cair industri ini mengandung polutan beracun yang menyebabkan tingginya kekeruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dengan variasi dosis koagulan ACH sebesar 1.2, 1.4, 1.6, 1.8, dan 2 mL, dengan proses koagulasi flokulasi. Konsentrasi koagulan yang digunakan adalah 32% w/v atau setara dengan 5.498 mol/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TSS influent sebesar 1073,54 mg/L berhasil dikurangi menjadi 24,74 mg/L pada TSS effluent. Penggunaan dosis koagulan ACH terbukti efektif menurunkan TSS dengan pH optimal antara 6 hingga 7, yang memisahkan padatan tersuspensi dari air limbah secara efisien. Kinetika reaksi koagulasi dirumuskan dengan persamaan -rA = (1.8492) CA⁰¹¹³⁹, menunjukkan keefektifan koagulan dalam mengurangi pencemaran lingkungan perairan.
ANALISIS REJECT PADA PROSES PRODUKSI KEMASAN PLASTIK MINYAK PELUMAS PADA INDUSTRI KEMASAN PT KING PLASTIC Safira Dwi Mayangsari; Abdul Chalim; Hasna Nabila Putri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6873

Abstract

Industri manufaktur adalah industri yang dioperasikan untuk mengolah material menjadi barang jual yang memiliki nilai tinggi. Setiap industri juga memiliki tujuan, yaitu memperoleh keuntungan yang optimal dengan mempertahankan kualitas produk sesuai dengan standar yang ditentukan. PT King Plastic merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang produksi kemasan plastik dan jerry can. Proses pembuatan dilakukan dengan dua metode yaitu proses blow molding dan injection molding. Dalam mempertahankan kualitas produk, PT King Plastic melakukan analisis pada setiap produk yang dihasilkan. Namun, terdapat permasalahan terkait adanya perbandingan nilai dari banyaknya reject serta defect hasil produksi. Analisis dilakukan untuk mengetahui nilai reject serta macam-macam defect pada setiap mesin. Metode yang digunakan yaitu analisis menggunakan diagram pareto untuk melihat nilai presentase reject setiap mesin.  Dari kelima jenis mesin tersebut didapatkan bahwa defect yang dihasilkan hampir sama, akan tetapi jenis defect yang sering terjadi pada 5 jenis mesin tersebut yaitu: material asing (Q011) dan tebal/tipis/berat over/kurang (Q023).