Hadirnya konsep femininitas membuat perempuan memiliki batasan tertentu dalam mengekspresikan diri. Namun seiring perkembangan zaman, stereotipe tersebut mulai bergeser karena banyak perempuan yang mulai terbuka untuk menampilkan kebebasannya dalam mengekspresikan diri. Salah satunya yaitu selebgram Dara Arafah melalui unggahan pada akun Instagramnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pergeseran nilai femininitas tradisional yang ditampilkan oleh Dara Arafah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu pada level realitas, kode sosial yang terkandung yaitu pada pada aspek penampilan yang menunjukkan dara yang merasa percaya diri dan menggambarkan kebebasan ketika mengendarai moge dengan pakaian yang sporty. Selain itu pada aspek riasan, dara menambahkan polesan lipstik merah dan kaca mata hitam membuat tampilannya semakin bold atau berwibawa. Kemudian di level representasi, kode sosial yang ditampilkan yaitu aspek latar berupa video ketika Dara mengikuti Lomba Piala Walikota Depok 2022. Selain itu, pada aspek musik ia memilih musik yang energik dengan lagu berjudul ‘unstoppable’ yang memiliki makna yang seolah-olah menggambarkan bahwa Dara adalah sosok yang kuat, tidak terkalahkan dan tidak akan berhenti untuk mencapai segala keinginannya. Sedangkan pada level ideologi, ideologi yang terkandung di dalamnya yaitu feminisme. Dari beberapa unggahannya terlihat bahwa Dara menggambarkan sosok perempuan yang pantang menyerah mencapai segala kemauannya dan keputusannya untuk berhijab tidak menghentikan semangatnya untuk terus mencapai prestasi. Ia juga tetap dapat menekuni hobinya yang cukup ekstrim, baik sebelum maupun sesudah berhijab.