Aida Imtihana
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Nilai Toleransi Beragama Siswa Melalui Budaya Sekolah Mastina Mastina; Aida Imtihana
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 5 No 1 (2022): Muaddib : Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v5i1.15092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai pembinaan nilai toleransi beragama siswa melalui budaya sekolah serta faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penedekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Bina Warga 1 Palembang. Adapun informan penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pembinaan toleransi melalui budaya sekolah diantaranya terlihat dalam kegiatan belajar mengajar yaitu: mengintegrasi nilai-nilai toleransi mata pelajaran, guru mengajarkan toleransi dengan memberikan isu-isu dan contoh-contoh aktual, guru menggunakan beberapa metode pembelajaran yang mendukung pembinaan toleransi. Selain itu, pembinaan toleransi juga terintegrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah yaitu (Rohani islam), UKS (Unit Kesehatan Sekolah), PMR (Palang Merah Remaja), dan pramuka. 2) Terdapat faktor-faktor pendukung dalam proses pembinaan toleransi siswa yaitu: kebijakan dinas dan kepala sekolah, pedoman kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam perangkat pembelajaran, sumber daya manusia yang baik, sarana dan prasarana, lingkungan, kebersamaan warga sekolah, komitmen sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu terdapat faktor penghambat dalam proses pembinaan toleransi siswa yaitu latar belakang siswa dan terdapat pihak yang tidak ikut berpartisipasi dan bekerja sama dalam pembinaan nilai-nilai karakter.
Cultivating Environmental Care among Children Aged 5-6 Years: The Role of Habituation and Role Modeling in Early Childhood Education Finkan Novella; Lidia Oktamarina; Aida Imtihana
AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2026): Albanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/y6s9km21

Abstract

This study aimed to analyze environmental care among children aged 5–6 years at RA Plus Fatahul Wardah Palembang. The study was motivated by the importance of fostering environmental awareness from an early age through consistent habituation and role modeling in children’s daily lives. A qualitative approach with a case study design was employed. The participants were children aged 5–6 years, while the principal and classroom teachers served as key informants. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicated that environmental care was reflected in children’s everyday behaviors, including disposing of waste properly, maintaining classroom cleanliness, organizing play equipment after use, conserving water, and caring for plants in the school environment. The findings also demonstrated that teachers played an important role in fostering children’s environmental care through consistent habituation, role modeling, the integration of environmental care values into learning activities, and positive reinforcement. Repeated environmental practices provided children with direct experiences that supported their understanding and application of responsible behaviors toward their surroundings. Thus, the continuous development of environmental care through habituation and role modeling can support the development of caring, responsible, and environmentally aware behaviors in early childhood. [Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter peduli lingkungan pada anak usia 5–6 tahun di RA Plus Fatahul Wardah Palembang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian adalah anak usia 5–6 tahun, sedangkan kepala sekolah dan guru kelas berperan sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter peduli lingkungan pada anak tercermin dalam berbagai perilaku sehari-hari, antara lain membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merapikan alat bermain setelah digunakan, menghemat penggunaan air, dan merawat tanaman di lingkungan sekolah. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam membentuk kepedulian lingkungan anak melalui pembiasaan yang konsisten, keteladanan, integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam kegiatan pembelajaran, dan pemberian penguatan positif. Praktik yang dilakukan secara berulang memberikan pengalaman langsung kepada anak dalam memahami dan menerapkan perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, pengembangan karakter peduli lingkungan melalui pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendukung terbentuknya perilaku peduli, bertanggung jawab, dan sadar lingkungan pada anak usia dini.]