Aisyah Ma'awiyah
IAIN Lhokseumawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Puzzle Picture Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPA Kelas IV di MIN 6 Aceh Utara Mirna; Aisyah Ma'awiyah; Fauziana
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 3 No. 2 (2022): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.28 KB) | DOI: 10.47766/ga.v3i2.694

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MIN 6 Aceh Utara pada pelajaran IPA dikarenakan minimnya penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, sehingga perlu adanya media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, salah satunya adalah media Puzzle Picture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Puzzle Picture terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA kelas IV di MIN 6 Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV MIN 6 Aceh Utara yang berjumlah 75 siswa. Sampel penelitian adalah siswa dari dua kelas yaitu 25 siswa kelas IV-C sebagai kelas eksperimen dan 25 siswa kelas IV-A sebagai kelas kontrol. Penarikan sampel penelitian menggunakan Random Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa teknik tes berbentuk pretest dan posttest, dengan analisis data menggunakan spss 23. Pengujian hipotesis menggunakan uji T. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh thitung = 4,661 > ttabel = 2,011 pada taraf signifikansi 0,05 maka tolak H0 dan terima Ha. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media Puzzle Picture terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA kelas IV di MIN 6 Aceh Utara, karena media Puzzle Picture dapat memberikan dampak yang positif terhadap siswa baik dalam memahami materi, mengasah daya pikir kritis maupun mengajak siswa lebih aktif dan terampil dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran IPA. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Media Puzzle Picture, Pelajaran IPA Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Media Puzzle Picture, Pelajaran IPA
Pola Asuh Orang Tua Dalam Membina Kesantunan Berbahasa Anak Usia 7-12 Tahun Di Gampong Bintah Kabupaten Aceh Timur Fitriyanur Fitriyanur; Aisyah Ma'awiyah; Suriana Suriana
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.351 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i1.1366

Abstract

Kurangnya kesantunan berbahasa anak usia 7-12 tahun di Gampong Bintah Kabupaten Aceh Timur, disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar anak. Oleh karena itu, pola asuh orang tua sangat penting bagi kesantunan berbahasa anak untuk mewujudkan keharmonisan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh yang digunakan orang tua dan kendala dalam membina kesantunan berbahasa anak usia 7-12 tahun di Gampong Bintah kabupaten Aceh Timur. Kemudian, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan, sedangkan subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 7-12 tahun di Gampong Bintah Kabupaten Aceh Timur, teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini, pertama, pola asuh yang digunakan oleh orang tua dalam membina kesantunan berbahasa anak usia 7-12 tahun di Gampong Bintah Kabupaten Aceh Timur ada dua, pola asuh demokrasi (memberikan contoh cara berbicara yang santun, berbicara lemah-lembut dan jujur), dan pola asuh otoriter (menegur dan memberikan hukuman atau pukulan kepada anak ketika anak enggan berbicara dengan santun). Kedua, kendala yang dihadapi orang tua dalam membina kesantunan berbahasa anak usia 7-12 tahun di Gampong Bintah Kabupaten Aceh Timur, yaitu ketika anak emosional atau marah, maka anak dengan mudah melepaskan kata-kata tidak senonoh dan ketidaksantunan gaya bahasa teman sekitar membuat anak menjadi ikut-ikutan menirunya.