A'yunil Hisbiyah
Universitas Anwar Medika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN MINYAK ATSIRI SIRIH HIJAU TERHADAP Methicillin Resistant Staphylococcus aureus Khoirun Nisyak; A'yunil Hisbiyah; Arinil Haqqo
Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika (J-PhAM) Vol 5 No 1 (2022): Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika
Publisher : STIKES Rumah Sakit Anwar Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36932/jpcam.v5i1.82

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis bakteri Staphylococcus aureus yang mengalami resistensi terhadap antibiotik jenis metisilin dan turunannya. MRSA merupakan salah satu bakteri patogen yang menjadi penyebab terjadinya infeksi nosokomial di tempat pelayanan kesehatan. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) merupakan salah satu tanaman obat yang telah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri tanaman sirih hijau terhadap MRSA. Bahan uji yang digunakan dari dauns irih hijau meliputi ekstrak etanol dan minyak atsiri. Ekstrak etanol daun sirih hijau diperoleh dengan metode maserasi, sedangkan minyak atsiri daun sirih hijau diperoleh dengan metode distilasi uap. Kandungan senyawa kimia dalam ekstrak etanol daun sirih hijau diidentifikasi melalui skrining fitokimia. Identifikasi senyawa kimia dalam minyak atsiri sirih hijau dianalisa menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (KG-SM). Ekstrak etanol daun sirih mengandung senyawa flavonoid, tannin, polifenol, saponin, dan terpenoid. Minyak atsiri daun sirih hijau mengandung senyawa kavikol, beta-karyofilena, dan turunan senyawa sesquiterpene. Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri MRSA dilakukan dengan metode difusi Kirby Bauer. Berdasarkan hasil penelitian, minyak atsiri daun sirih lebih menghambat pertumbuhan MRSA dibandingkan dengan ekstrak etanol sirih hijau.