Susana Aditiya Wangsanata
Sekolah Tinggi Islam Sunniyyah Selo Grobogan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENANAMAN MODERASI BERAGAMA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR MENUJU INDONESIA BEBAS CRIMINAL TERRORISM PADA TAHUN 2045 Susana Aditiya Wangsanata; Sariyani Yani; Soim Hasani
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 3 No. 2 (2022): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v3i2.175

Abstract

Abstract The study aims to formulate the cultivation of religious moderation for elementary school students to achieve a criminal terrorism-free Indonesia by 2045. The analysis of this research is descriptive qualitative. The data used is secondary data. Secondary data were obtained from various reliable sources of scientific articles relevant to the focus of this research. The data collected was then analyzed by the descriptive method to find the proper understanding of the subject matter of this research. This study concludes that the urgency of inculcating religious moderation for elementary school students is an important point to be realized immediately, given that in 2045 elementary school students will be aged between 33-37 years (productive age). Furthermore, so that the cultivation of religious moderation can be one of the efforts to free Indonesia from criminal terrorism in 2045, three things must be instilled, namely: (1) students should not consider themselves exclusive and selfish and consider others wrong; (2) educating students to love the homeland with various religious and cultural diversity and customs in Indonesia; (3) teaches students to be tolerant of others and should not interfere with what is the belief of other people's religious and cultural beliefs.                                                                       Abstrak                        Tujuan penelitian guna merumuskan penanaman moderasi beragama bagi siswa sekolah dasar dalam upaya menuju Indonesia bebas criminal terrorism pada tahun 2045. Analisis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber artikel ilmiah tepercaya yang relevan dengan fokus penelitian ini. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif agar menemukan pemahaman yang tepat mengenai pokok permasalahan penelitian ini. Kesimpulan penelitian ini yaitu perlu adanya implementasi kurikulum moderasi beragama dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Khususnya adalah untuk dinas pendidikan menjadi pondasi utama mengimplementasikan kebijakan tersebut, mengingat bahwa pada tahun 2045 siswa sekolah dasar akan berusia antara 33-37 tahun (usia produktif). Selanjutnya agar penanaman moderasi beragama dapat menjadi salah satu upaya membebaskan Indonesia dari criminal terrorism pada tahun 2045. Tahapan capaian yang diharapkan adalah 5 tahun pertama, siswa mendapatkan pengenalan apa makna moderasi beragama. 5 tahun kedua, siswa memahami ap aitu moderasi beragama. 5 tahun ketiga sudah beranjak dewasa dan bisa mengimplementasikan secara baik moderasi beragama. Dan 5 tahun berikutnya, mampu menangkal isu-isu radikalisme, oleh sebab itu, ada 3 hal yang harus ditanamkan, yaitu: moderasi beragama bagi siswa SD di Indonesia belum terlaksana dengan baik. Maka dari itu upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam proses penanaman moderasi beragama adalah dengan memberikan siswa materi-materi yang berkaitan dengan toleransi beragama dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkannya kepada sesama teman.
Penguatan Karakter Religius Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Nilai-Nilai Islam di Era Digital Teguh Imam Triono; Susana Aditiya Wangsanata
El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak Vol. 6 No. 01 (2026): El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56872/r7z61e98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan karakter religius anak usia dini melalui pembiasaan nilai-nilai Islam di era digital. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat memberikan pengaruh signifikan terhadap pola perilaku, interaksi sosial, dan proses pembentukan karakter anak. Di satu sisi, era digital menghadirkan berbagai kemudahan akses informasi dan media pembelajaran, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan berupa menurunnya interaksi sosial, kecenderungan perilaku individualis, serta paparan konten yang kurang sesuai bagi perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan yang mampu menanamkan karakter religius sejak dini melalui pembiasaan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter religius anak dapat dilakukan melalui pembiasaan ibadah, penerapan akhlak mulia, keteladanan orang tua dan guru, penggunaan media digital yang edukatif, serta pengawasan terhadap penggunaan teknologi pada anak. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, empati, dan kecintaan anak terhadap nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi faktor penting dalam membangun karakter religius anak usia dini agar mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak dan berlandaskan nilai-nilai Islam.