Grace Sherly
Fakultas Psikologi, Universitas Prima Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Emotional Labor dengan Burnout Pada Frontliner Bank Swasta Di Kota Medan Sri Hartini; Grace Sherly; Thalia Thalia; Vivian Wijaya; Fernando Felix
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 5 No. 2 (2022): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v5i2.152

Abstract

Burnout adalah suatu kondisi kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional yang dihasilkan oleh kerja yang berlebihan. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam melakukan kontrol untuk mengelola emosi dengan menampilkannya secara profesional sesuai dengan tuntutan organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara burnout serta emotional labor yang terjadi pada pegawai frontliner bank swasta di Medan. Subjek penelitian disini ialah para karyawan frontliner atau mereka yang biasanya menghadapi nasabah secara langsung di beberapa bank swasta di kota Medan yang berjumlah 102 orang. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala alat ukur yaitu Burnout (29 aitem = α ,920) dan Emotional labor (27 aitem = α ,884). Berdasarkan analisis korelasi pearson didapati koefisien sebesar sebesar -0,434. Didasarkan pada nilai koefisien korelasi 0,40 – 0,599, maka korelasi menunjukkan kekuatan hubungan diantara kedua variabel adalah sedang. Didapati hubungan negatif antara emotional labor dengan burnout pada karyawan Frontliner Swasta cabang Medan, artinya jika emotional labor semakin tinggi, maka burnout akan semakin rendah. Sebaliknya, jika emotional labor semakin rendah maka munculnya burnout semakin rendah. Sumbangan efektif sebanyak 18,9 persen beban kerja mempengaruhi burnout dan selebihnya 81,1 persen dipengaruhi oleh factor lain. Kata Kunci: burnout, emotional labor, frontliner, Bank Swasta Medan.
Hubungan Emotional Labor dengan Burnout Pada Frontliner Bank Swasta Di Kota Medan Sri Hartini; Grace Sherly; Thalia Thalia; Vivian Wijaya; Fernando Felix
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 5 No. 2 (2022): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v5i2.152

Abstract

Burnout adalah suatu kondisi kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional yang dihasilkan oleh kerja yang berlebihan. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam melakukan kontrol untuk mengelola emosi dengan menampilkannya secara profesional sesuai dengan tuntutan organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara burnout serta emotional labor yang terjadi pada pegawai frontliner bank swasta di Medan. Subjek penelitian disini ialah para karyawan frontliner atau mereka yang biasanya menghadapi nasabah secara langsung di beberapa bank swasta di kota Medan yang berjumlah 102 orang. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala alat ukur yaitu Burnout (29 aitem = α ,920) dan Emotional labor (27 aitem = α ,884). Berdasarkan analisis korelasi pearson didapati koefisien sebesar sebesar -0,434. Didasarkan pada nilai koefisien korelasi 0,40 – 0,599, maka korelasi menunjukkan kekuatan hubungan diantara kedua variabel adalah sedang. Didapati hubungan negatif antara emotional labor dengan burnout pada karyawan Frontliner Swasta cabang Medan, artinya jika emotional labor semakin tinggi, maka burnout akan semakin rendah. Sebaliknya, jika emotional labor semakin rendah maka munculnya burnout semakin rendah. Sumbangan efektif sebanyak 18,9 persen beban kerja mempengaruhi burnout dan selebihnya 81,1 persen dipengaruhi oleh factor lain. Kata Kunci: burnout, emotional labor, frontliner, Bank Swasta Medan.