Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN, RESIKO PENULARAN, PERAWATAN DAN TERAPI KOMPLEMENTER AKUPRESUR PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA PELAKU RAWAT PEREMPUAN (CAREGIVER) KELUARGA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPAKE KOTA SAMARINDA Bahtiar Bahtiar; Khumaidi Khumaidi; Iskandar Muda; Dwi Nopriyanto
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 2 (2024): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i2.437

Abstract

Indonesia saat ini mengalami peningkatan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) sehingga menduduki peringkat kedua di dunia. Salah satu kelompok usia yang rentan dan beresiko terkena TBC adalah lansia. Lansia saat ini dominan dirawat di rumah oleh pelaku rawat (caregiver) perempuan. Hal ini berimplikasi pada beban ganda yakni tugas dan tanggung jawab merawat lansia dan keluarganya. Beban perempuan akan semakin bertambah akibat dari kondisi penyakit TBC lansia. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat melakukan edukasi pencegahan, resiko penularan, perawatan dan terapi komplementer akupresur penyakit tuberkulosis pada pelaku rawat perempuan (caregiver) keluarga lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 17 September 2023 di kelurahan Lempake kota Samarinda. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama 1 (satu) hari yang dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pendidikan kesehatan tentang penyakit tuberkulosis, cara penularan, faktor resiko dan cara perawatannya. Selanjutnya, dilanjutkan dengan sesi kedua berupa demonstrasi dan simulasi intervensi terapi komplementer akupressur untuk mengatasi gejala-gejala yang dirasakan penderita TB. Peserta diberikan daftar pertanyaan (pre-test) sebelum materi dimulai. Evaluasi kegiatan diberikan daftar pertanyaan yang sama (post-test). Hasil edukasi mengenai penyakit TBC didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga lansia dimana hasil pre-test didapatkan rerata nilai sebesar 2,5 sedangkan rerata nilai hasil post-test sebesar 4,5. Kesimpulan dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan, resiko penularan, perawatan penyakit tuberkulosis dan keterampilan akupresur untuk mengatasi gejala yang dirasakan orang dengan tuberkulosis. Edukasi dan peningkatan keterampilan pada keluarga lansia mengenai penyakit TBC dan terapi akupressur diharapkan diimplementasikan secara berkala oleh petugas kesehatan.
Education on The Production of Botanical Pesticides from Papaya Leaves (Carica papaya L.) in Baru Ilir West Balikpapan: Edukasi Pembuatan Biopestisida Tumbuhan dari Daun Pepaya (Carica papaya L.) di Baru Ilir Balikpapan Barat Fatma Putri Salsabillah; Trideli Lumban Gaol; Iskandar Muda
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 2 (2026): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v3i2.3720

Abstract

The periodic use of chemical-based pesticides in large quantities in agricultural practices can have adverse effects on the environment, human health, and ecosystem sustainability. Therefore, environmentally friendly and applicable alternatives are needed, one of which is the use of plant-based pesticides such as papaya leaves (Carica papaya L.), which are rich in bioactive compounds including papain, saponins, flavonoids, and alkaloids. This community service activity provided education on the preparation of plant-based pesticides from papaya leaves and was conducted in Baru Ilir Subdistrict, West Balikpapan. The aim of the activity was to improve farmers’ knowledge, skills, and awareness regarding the importance of sustainable pest management. The method employed was conceptual education through counseling sessions. The results showed that participants gained new understanding (soft skills) regarding the benefits of botanical pesticides, along with improved practical skills (hard skills) in preparing pesticide solutions from papaya leaves (Carica papaya L.). In addition, participants expressed an interest in reducing their dependence on chemical pesticides and began applying botanical pesticides to their crops. This activity is expected to serve as an initial step toward the implementation of environmentally friendly and sustainable agriculture in Baru Ilir Subdistrict, West Balikpapan.