Rustono Farady Marta
Universitas Satya Negara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intensitas Mengakses Aplikasi TikTok dan Pengaruhnya terhadap Komunikasi Interpersonal Remaja Mufid Salim; Suro Suprantio; Rustono Farady Marta; Nunik Hariyanti; M. Thoyib Amali
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v6i1.200

Abstract

Perkembangan TikTok semakin pesat membuat dampak dari kemajuan ini tidak dapat dihindari lagi, berbagai informasi dan komunikasi serta hiburan dapat dijangkau dengan mudah oleh para penggunanya. Pada hakikatnya remaja adalah masa yang memang membutuhkan hiburan, namun jika tidak menggunakannya dengan baik atau secara berlebihan dan ditambah dengan menonton konten  yang tidak mendidik atau membawa pengaruh negatif. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini intensitas mengakses mengakses aplikasi TikTok berpengaruh terhadap komunikasi interpersonal remaja. Penelitian kuantitatif ini menjelaskan bagaimana media sosial mampu memberikan pergeseran komunikasi interpersonal kepada penggunanya. Teknik sampel akan menggunakan purposive sampling yang mengakumulasi sebanyak 400 responden dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Pada penelitian ini intensitas mengakses TikTok memiliki pengaruh terhadap variabel komunikasi interpersonal remaja dengan total nilai R Square (R2) sebesar 73,1% berdasarkan uji koefisien determinasi, namun TikTok juga bukan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hal tersebut. Berdasarkan hasil data, nilai signifikan pengaruh secara parsial atau uji t antara variabel (X) terhadap variabel (Y) menghasilkan nilai signifikan uji sebesar 0.000 dimana nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05. Data ini menunjukkan implikasi bagi penulis bahwa intensitas mengakses TikTok berpengaruh terhadap komunikasi interpersonal remaja, yang bahwasannya penggunaan TikTok dengan waktu yang sesuai dapat akan memberikan dampak yang positif bagi komunikasi interpersonal remaja.
Mapping Hate Speech Relationships Indonesia's Religion and State in Social Media Hasan Sazali; Umar Abdur Rahim SM; Rustono Farady Marta; Al Ryanne Gabonada Gatcho
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 6 No. 2. December (2022): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v6i2.20431

Abstract

Social media has also become a public sphere for people to express all expressions, opinions, ideas, and feelings, including conveying hate speech. In Indonesia, there are many forms of hate speech, one of which leads to issues of racism and religious and state sentiment. This study will identify the problem of hate speech related to religion and the state on social media. This study is a descriptive qualitative study by taking data from Social Media Analysts using a query for hate speech words that have a relationship between religion and the state that are popular in Indonesia, namely the terms Kadrun and Cebong. The first result shows that around 52,290 thousand mentions containing hate speech using the word kadrun and 25,290 thousand statements using the word cebong as a form of negative response to issues that contribute to the background, the case of contradiction between religion and the state. The second religious issue has become a trending issue in the digital era and is most readily associated with political matters in spreading hate speech. Three Twitter media are one of the most frequently used social media platforms compared to other media in spreading hate speech by Indonesia's digital community. This research implies the development of perspectives from both labels to bring down the opposition's reputation during certain political events.Â