This Author published in this journals
All Journal JURNAL EKSEKUTIF
Efdi Steven Tarandung, Efdi Steven
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EKSEKUTIF

Peranan Dinas Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan Tarandung, Efdi Steven
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hal yang dilakukan Dinas Pertanian dalam pemberdayaan Petani Hortikultura yakni : 1). Menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang, 2). Memperkuat  potensi  yang  dimiliki  oleh  rakyat  dengan  menerapkan langkah-langkah nyata, 3). Melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah. Kemudian dapat dirumuskan peranan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Minahasa Selatan terhadap masyarakat petani adalah 1). Pemberdayaan petani dengan melaksanakan  program  pembinaan  dan  penyuluhan,  2).  Pengembangan kemitraan dan usaha agribisnis, 3). Penguatan modal dengan dana bantuan pinjaman  langsung  pada  masyarakat  untuk  modal  usahatani,  4).  Peningkatan sarana dan prasarana pertanian, 5). Pengembangan Kelembagaan. Mengingat komoditas  tanaman  padi dan kacang hijau merupakan  komoditas  andalan  dan unggulan. Selain itu, lahan sawah merupakan sumber pendapatan dan penopang hidup  yang  sangat  diandalkan  sebagai  petani.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa peran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Minahasa Selatan dalam pembinaan dan penyuluhan,  berjalan dengan baik. Pemberdayaan yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pengawas penangkar benih, pemberi bantuan bibit unggul, pendorong kemajuan teknologi,  pendampingan  dalam  pengelolaan  lahan,  dan  pendampingan dalam kelembagaan petani. Namun pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah belum berhasil sepenuhnya, karena jika dilihat dari keadaan petani yang ada dilapangan saat ini, petani masih mengalami ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah, dan juga  petani  kentang belum  mampu menaikan kembali produktifitasnya hingga mengekspor hasil pertaniannya. Sehingga tujuan dari pemberdayaan   untuk membuat petani mandiri, dan berdaya saing belum dapat tercapai.
Peranan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kecamatan Modoinding Tarandung, Efdi Steven
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hal yang dilakukan Dinas Pertanian dalam pemberdayaan Petani Hortikultura yakni : 1). Menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang, 2). Memperkuat  potensi  yang  dimiliki  oleh  rakyat  dengan  menerapkan langkah-langkah nyata, 3). Melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah. Kemudian dapat dirumuskan peranan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Minahasa Selatan terhadap masyarakat petani adalah 1). Pemberdayaan petani dengan melaksanakan  program  pembinaan  dan  penyuluhan,  2).  Pengembangan kemitraan dan usaha agribisnis, 3). Penguatan modal dengan dana bantuan pinjaman  langsung  pada  masyarakat  untuk  modal  usahatani,  4).  Peningkatan sarana dan prasarana pertanian, 5). Pengembangan Kelembagaan. Mengingat komoditas  tanaman  padi dan kacang hijau merupakan  komoditas  andalan  dan unggulan. Selain itu, lahan sawah merupakan sumber pendapatan dan penopang hidup  yang  sangat  diandalkan  sebagai  petani.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa peran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Minahasa Selatan dalam pembinaan dan penyuluhan,  berjalan dengan baik. Pemberdayaan yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pengawas penangkar benih, pemberi bantuan bibit unggul, pendorong kemajuan teknologi,  pendampingan  dalam  pengelolaan  lahan,  dan  pendampingan dalam kelembagaan petani. Namun pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah belum berhasil sepenuhnya, karena jika dilihat dari keadaan petani yang ada dilapangan saat ini, petani masih mengalami ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah, dan juga  petani  kentang belum  mampu menaikan kembali produktifitasnya hingga mengekspor hasil pertaniannya. Sehingga tujuan dari pemberdayaan   untuk membuat petani mandiri, dan berdaya saing belum dapat tercapai.
Peranan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kecamatan Modoinding Tarandung, Efdi Steven
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 7 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah daerah diharapkan bernisiatif membantu petani,  termasuk  dengan  memfasilitasi  petani  atau memberdayakan petani hortikultura.  Berbagai  permasalahan,  seperti  kelangkaan  pupuk,  fluktuasi  harga, pemasaran, dan kendala permodalan perlu di atasi. Penelitian ini akan mengkaji peranan pemerintah dalam memberdayakan petani Hortikultura di Minahasa Selatan. Berdasarkan permasalahan yang di hadapi oleh para petani kentang maka masalah pokok yang akan di teliti adalah Peranan Dinas Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan khususnya Kecamatan Modoinding. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang akan peneliti gunakan yaitu Wawancara, Studi Dokumentasi, Observasi (pengamatan lapangan). Hasil penelitian mendapatkan Peran Dinas Pertanian dalam Pemberdayaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian terkait dengan tugas pokok dan fungsinya untuk mempengaruhi, mengarahkan dan menggerakan prilaku warga desanya untuk bekerja berasama-sama dalam rangka mencapai tujuan yang di kehendaki. Terkait dengan hal tersebut, maka dapat dilihat peran tersebut  sebagai berikut : Pemberian dukungan, Fasilitasi Kelompok Petani, Mengembangkan Jaringan, Memberikan Pelatihan, Management Financial, Pemerintah dalam Menyelesaikan Permasalahan dan Beberapa Program Petani. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan yang menyangkut penelitian terkait Peran Dinas Pertanian, Peikanan dan Peternakan Kabupaten  Minahasa Selatan  sebagai  perwakilan  dari  Pemerintah  dalam Pemberdayaan Petani Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan telah berjalan. Namun pemberdayaan yang diberikan oleh pemerintah belum berhasil sepenuhnya, karena jika dilihat dari keadaan petani yang ada dilapangan saat ini, petani masih mengalami ketergantungan terhadap bantuan dari pemerintah, dan juga  petani belum  mampu menaikan kembali produktifitasnya hingga mengekspor hasil pertaniannya. Penyuluhan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan masih mengalami kendala, yaitu minimnya tenaga penyuluh dan sarana prasarana bagi peyuluh, sehingga akan memperlambat proses peyuluhan kepada petani, belum adanya lembaga simpan pinjam khusus bagi petani, petani masih susah untuk mendapatkan akses dari bank umum atau swasta,  sehingga  perlu  adanya  lembaga  simpan  pinjam  khusus bagi petani.