p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gatranusantara
Janes Selly
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKN DI KELAS X MIA 2 SMA NEGERI 1 SEMAU SELATAN Maria Bribin; Janes Selly; Chatryen Bire
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan, guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Semau Selatan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui model kooperatif tipe STAD. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas melalui model kooperatif tipe STAD menggunakan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Semau Selatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) keterampilan guru pada siklus I diperoleh skor 22 dengan kriteria baik, Siklus II dengan skor 27 dengan kriteria baik. (2) Aktivitas siswa siklus I memperoleh skor 16 dengan kriteria baik, siklus II diperoleh skor 19 dengan kriteria baik. (3) Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa siklus I pertemuan I sebesar 31% dan siklus I pertemuan II 62%. Pada siklus II pertemuan I sebesar 69% dan siklus II pertemuan II sebesar 80%. Simpulan penelitian ini adalah melalui model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Saran adalah guru dapat menggunakan model kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran lain dan kelas lain.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 3 KUPANG Janes Selly
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn melalui penerapan Problem Based Instruction. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklusnya meliputi 4 tahap yakni, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Faktor yang diteliti adalah hasil belajar siswa (kognitif, afektif, psikomotorik). Data hasil belajar kognitif diambil dari nilai tes setiap akhir siklus. Data hasil belajar afektif dan psikomotorik diperoleh dari lembar observasi. Dari hasil penelitian, hasil belajar kognitif siswa sebelum tindakan (pretes) diperoleh nilai tes rerata 65,2 dengan ketuntasan klasikal 57,5%. Pada siklus I, nilai tes rerata 69,3 dengan ketuntasan klasikal 70%. Pada siklus II, nilai tes rerata 76,4 dengan ketuntasan klasikal 87,5%. Hasil belajar afektif pada siklus I, nilai rerata siswa 75,43 dengan ketuntasan belajar klasikal 95%. Pada siklus II, nilai rerata siswa 77,66 dengan ketuntasan belajar klasikal 100%. Hasil belajar psikomotorik pada siklus I, nilai rerata 72,9 dengan ketuntasan belajar klasikal 70%. Pada siklus II, nilai rerata 77,7 dengan ketuntasan belajar klasikal 77,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Problem Based Instruction pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kupang. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari kenaikan nilai rerata dan ketuntasan belajar klasikal dari satu siklus ke siklus berikutnya. Diharapkan dengan penerapan Problem Based Instruction dalam pembelajaran PKn dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah melalui perlibatan dengan pengalaman nyata sehingga hasil belajar siswa bisa lebih optimal.