Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn melalui penerapan Problem Based Instruction. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklusnya meliputi 4 tahap yakni, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Faktor yang diteliti adalah hasil belajar siswa (kognitif, afektif, psikomotorik). Data hasil belajar kognitif diambil dari nilai tes setiap akhir siklus. Data hasil belajar afektif dan psikomotorik diperoleh dari lembar observasi. Dari hasil penelitian, hasil belajar kognitif siswa sebelum tindakan (pretes) diperoleh nilai tes rerata 65,2 dengan ketuntasan klasikal 57,5%. Pada siklus I, nilai tes rerata 69,3 dengan ketuntasan klasikal 70%. Pada siklus II, nilai tes rerata 76,4 dengan ketuntasan klasikal 87,5%. Hasil belajar afektif pada siklus I, nilai rerata siswa 75,43 dengan ketuntasan belajar klasikal 95%. Pada siklus II, nilai rerata siswa 77,66 dengan ketuntasan belajar klasikal 100%. Hasil belajar psikomotorik pada siklus I, nilai rerata 72,9 dengan ketuntasan belajar klasikal 70%. Pada siklus II, nilai rerata 77,7 dengan ketuntasan belajar klasikal 77,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Problem Based Instruction pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kupang. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari kenaikan nilai rerata dan ketuntasan belajar klasikal dari satu siklus ke siklus berikutnya. Diharapkan dengan penerapan Problem Based Instruction dalam pembelajaran PKn dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah melalui perlibatan dengan pengalaman nyata sehingga hasil belajar siswa bisa lebih optimal.