Putra Pratama Idris
Universitas Darussalam Gontor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Krisis Disbudparpora Ponorogo dalam Menangani Penurunan Kunjungan Wisata Religi Masjid Tegalsari selama Pandemi COVID-19 Putra Pratama Idris; Nur Aini Shofiya Asy'ari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 7, No 2 (2022): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v7i2.9080

Abstract

AbstrakAkhir tahun 2019, dunia telah dilanda pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Wisata Religi Masjid Tegalsari merupakan salah satu sektor pariwisata dibawah pengelolaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo (Disbudparpora) secara operasional yang terdampak akibat penyebaran COVID-19. Hal ini menyebabkan krisis penurunan kunjungan pada Wisata Religi Masjid Tegalsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen krisis Disbudparpora Ponorogo dalam menangani penurunan kunjungan Wisata Religi Masjid Tegalsari selama pandemi COVID-19. Dengan mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui; teknik wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk validasi data digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan manajemen krisis yang dilakukan oleh Disbudparpora Ponorogo dengan langkah, (1) Identifikasi krisis dengan mendapatkan data- data dari berita media internet terkait COVID-19 dan juga surat keputusan bupati terkait penetapan status tanggap darurat bencanan non alam pandemi wabah COVID-19; (2) Analisis krisis dengan melakukan rapat internal dan menghasilkan penugasan pegawai setiap hari untuk melakukan monitoring dan mengawasi pengunjung wisata terkait pemakaian masker dan pemberlakuan protokol kesehatan; (3) Isolasi krisis dengan memberlakukan penutupan wisata dan mengiformasikan kepada jamaah masjid selain masyarakat desa Tegalsari agar melaksanakan ibadah di masjid daerah masing-masing; (4) Pemilihan strategi untuk menanggulangi krisis pandemi COVID-19 dengan strategi adaptif yaitu mengubah kebijakan dan modifikasi operasional; (5) Program pengendalian dengan pemberlakuan sistem buka-tutup untuk mengontrol pengunjung Wisata Religi Masjid Tegalsari dan membuat SOP (Standart Operating Procedure) wisata religi di New Normal.AbstractAt the end of 2019, the world has been hit by the COVID-19 pandemic caused by the SARS-CoV-2 virus. Tegalsari Mosque Religious Tourism is one of the tourism sectors under the management of the Ponorogo Regency Youth and Sports Tourism Culture Office (Disbudparpora) operationally affected by the spread of COVID-19. This caused a crisis of decreasing visits to the Tegalsari Mosque Religious Tourism. This study aims to determine the crisis management of Disbudparpora Ponorogo in dealing with the decrease in Tegalsari Mosque Religious Tourism visits during the COVID-19 pandemic. By using a qualitative approach with a case study method through; interview, observation and documentation techniques. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. For data validation used source triangulation and engineering triangulation. The results showed crisis management carried out by Disbudparpora Ponorogo with steps, (1) identification of crises by obtaining data from internet media news related to COVID-19 and regent's decrees related to non-natural disasters of the COVID-19 outbreak pandemic; (2) crisis analysis is carried out by conducting internal meetings; (3) Crisis isolation by imposing tourist closures and informing mosque worshippers other than the Tegalsari village community to carry out worship in their respective regional mosques; (4) selection of strategies to overcome the COVID-19 pandemic crisis with adaptive strategies, namely changing policies and operational modifications; (5) Control program with the implementation of an open-and-close system and make SOP (Standard Operating Procedures) for religious tourism in the New Normal.
Manajemen Krisis Disbudparpora Ponorogo dalam Menangani Penurunan Kunjungan Wisata Religi Masjid Tegalsari selama Pandemi COVID-19 Putra Pratama Idris; Nur Aini Shofiya Asy'ari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 7, No 2 (2022): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v7i2.9080

Abstract

AbstrakAkhir tahun 2019, dunia telah dilanda pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Wisata Religi Masjid Tegalsari merupakan salah satu sektor pariwisata dibawah pengelolaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo (Disbudparpora) secara operasional yang terdampak akibat penyebaran COVID-19. Hal ini menyebabkan krisis penurunan kunjungan pada Wisata Religi Masjid Tegalsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen krisis Disbudparpora Ponorogo dalam menangani penurunan kunjungan Wisata Religi Masjid Tegalsari selama pandemi COVID-19. Dengan mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui; teknik wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk validasi data digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan manajemen krisis yang dilakukan oleh Disbudparpora Ponorogo dengan langkah, (1) Identifikasi krisis dengan mendapatkan data- data dari berita media internet terkait COVID-19 dan juga surat keputusan bupati terkait penetapan status tanggap darurat bencanan non alam pandemi wabah COVID-19; (2) Analisis krisis dengan melakukan rapat internal dan menghasilkan penugasan pegawai setiap hari untuk melakukan monitoring dan mengawasi pengunjung wisata terkait pemakaian masker dan pemberlakuan protokol kesehatan; (3) Isolasi krisis dengan memberlakukan penutupan wisata dan mengiformasikan kepada jamaah masjid selain masyarakat desa Tegalsari agar melaksanakan ibadah di masjid daerah masing-masing; (4) Pemilihan strategi untuk menanggulangi krisis pandemi COVID-19 dengan strategi adaptif yaitu mengubah kebijakan dan modifikasi operasional; (5) Program pengendalian dengan pemberlakuan sistem buka-tutup untuk mengontrol pengunjung Wisata Religi Masjid Tegalsari dan membuat SOP (Standart Operating Procedure) wisata religi di New Normal.AbstractAt the end of 2019, the world has been hit by the COVID-19 pandemic caused by the SARS-CoV-2 virus. Tegalsari Mosque Religious Tourism is one of the tourism sectors under the management of the Ponorogo Regency Youth and Sports Tourism Culture Office (Disbudparpora) operationally affected by the spread of COVID-19. This caused a crisis of decreasing visits to the Tegalsari Mosque Religious Tourism. This study aims to determine the crisis management of Disbudparpora Ponorogo in dealing with the decrease in Tegalsari Mosque Religious Tourism visits during the COVID-19 pandemic. By using a qualitative approach with a case study method through; interview, observation and documentation techniques. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. For data validation used source triangulation and engineering triangulation. The results showed crisis management carried out by Disbudparpora Ponorogo with steps, (1) identification of crises by obtaining data from internet media news related to COVID-19 and regent's decrees related to non-natural disasters of the COVID-19 outbreak pandemic; (2) crisis analysis is carried out by conducting internal meetings; (3) Crisis isolation by imposing tourist closures and informing mosque worshippers other than the Tegalsari village community to carry out worship in their respective regional mosques; (4) selection of strategies to overcome the COVID-19 pandemic crisis with adaptive strategies, namely changing policies and operational modifications; (5) Control program with the implementation of an open-and-close system and make SOP (Standard Operating Procedures) for religious tourism in the New Normal.