Samuel Michael Wattimury
Universitas Negeri Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM STRATIFIKASI SOSIAL PADA MASYARAKAT KISAR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Samuel Michael Wattimury; Nur’aeni Marta; Abrar
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.2935

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengalisis serta menemukan fakta tentang proses terbentuknya stratifikasi sosial pada masyarakat Pulau Kisar berdasarkan sejarah lisan masyarakat Kisar dan bagaimana peran stratifikasi social dalam adat perkawinan dan pemerintahan adat masyarakat Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah lisan atau oral history yang dapat diartikan sebagai cara atau metode pengumpulan dan penyimpanan informasi kesejarahan yang didalamnya berisi rekaman wawancara dari orang-orang tentang kejadian masa lampau dan pandangan hidupnya. Dengan menggunakan pendekatan struktural yang melihat bahwa setiap masyarakat bekerja dalam sebuah sistem yang terstratifikasi dan semuanya berfungsi sesuai kebutuhan sistem sosial. Singkatnya, stratifikasi merupakan kebutuhan dari sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa stratifikasi masyarakat di pulau Kisar terdapat tiga golongan atau kasta yaitu Kasta Marna, Kasta Wuhur dan Kasta Akha yang memiliki peranan dan fungsinya masing-masing sesuai tingkatannya baik dalam proses perkawinan maupun dalam sistem pemerintahan adat, hal ini masih terlihat tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat, karena merupakan wawasan nilai budaya yang mengedepankan harga diri sebagai pandangan hidup.
SISTEM STRATIFIKASI SOSIAL PADA MASYARAKAT KISAR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Samuel Michael Wattimury; Nur’aeni Marta; Abrar
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.2935

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengalisis serta menemukan fakta tentang proses terbentuknya stratifikasi sosial pada masyarakat Pulau Kisar berdasarkan sejarah lisan masyarakat Kisar dan bagaimana peran stratifikasi social dalam adat perkawinan dan pemerintahan adat masyarakat Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah lisan atau oral history yang dapat diartikan sebagai cara atau metode pengumpulan dan penyimpanan informasi kesejarahan yang didalamnya berisi rekaman wawancara dari orang-orang tentang kejadian masa lampau dan pandangan hidupnya. Dengan menggunakan pendekatan struktural yang melihat bahwa setiap masyarakat bekerja dalam sebuah sistem yang terstratifikasi dan semuanya berfungsi sesuai kebutuhan sistem sosial. Singkatnya, stratifikasi merupakan kebutuhan dari sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa stratifikasi masyarakat di pulau Kisar terdapat tiga golongan atau kasta yaitu Kasta Marna, Kasta Wuhur dan Kasta Akha yang memiliki peranan dan fungsinya masing-masing sesuai tingkatannya baik dalam proses perkawinan maupun dalam sistem pemerintahan adat, hal ini masih terlihat tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat, karena merupakan wawasan nilai budaya yang mengedepankan harga diri sebagai pandangan hidup.
Pembangunan Berkelanjutan pada Kawasan Benteng Nieuw Victoria Menggunakan Konsep Triple Bottom Line (TBL) Samuel Michael Wattimury; Kurniawati Kurniawati
PANALUNGTIK Vol. 5 No. 2 (2022): Vol. 5(2) 2022
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/panalungtik.2022.79

Abstract

Fort Nieuw Victoria is one of the cultural heritages in Ambon City, however, up until now it still functions as the headquarters of the Pattimura Regional Military Command XVI which has caused the function of the fort as a cultural heritage building to be invisible, in the attempt of restoring the Fort Nieuw Victoria's function as a cultural heritage building, the Ambon City government has coordinated with the Ministry of Education and Culture, the Ministry of Defense, also the TNI Commander, unfortunately until recently the city government has not prepared a final model for the development of the cultural heritage building. This paper aimed to provide input on the sustainable development of the Fort Nieuw Victoria area. Using qualitative methods through a descriptive approach is expected to answer the problems and reaching the purpose of this paper. The results of this study show that by using the triple bottom line concept, in the sustainable development at Fort Nieuw Victoria it’s not only as tourist destination to increase local revenue (economic side), but also make it a green open space as a provider of oxygen for urban communities (ecology), and can be used as a space of education, recreation, a gathering place for young people (social side)