Latar Belakang: Antipsikotik merupakan agen pokok dalam penatalaksanaan schizophrenia. Perbedaan target kerja setiap regimen antipsikotik menimbulkan efek samping yang berbeda baik digunakan secara tunggal maupun kombinasi. Risperidon tunggal, kombinasi risperidon-klorpromazin dan risperidon- klozapin merupakan 3 besar regimen antipsikotik terbanyak yang digunakan di Instalasi rawat jalan RS Ernaldi Bahar Palembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan 3 regimen terapi antipsikotik berbasis risperidon terhadap perubahan fungsi kognitif. Uji Chi-square digunakan untuk mengetahui perbandingan regimen terapi antipsikotik berbasis risperidon terhadap perubahan fungsi kognitif. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan deskriptif analitik menggunakan alat bantu kuesioner penelitian Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengetahui perubahan fungsi kognitif. Pengambilan data dilakukan pada pasien rawat jalan periode Maret – April 2021. Diperoleh sebanyak 180 subyek penelitian yang memenuhi kelengkapan data untuk dianalisa dan terdistribusi merata ke dalam 3 regimen terapi antipsikotik yang diteliti. Hasil: Penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam perubahan fungsi kognitif (p = 0,465) antar 3 regimen terapi antipsikotik berbasis risperidon. Secara umum regimen terapi risperidon-klorpromazin menyebabkan terjadinya perburukan fungsi kognitif. Saran: Perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut secara prospektif dengan regimen terapi antipsikotik yang berbeda selama periode minimal 6 bulan pada pasien baru yang terdiagnosis schizophrenia. Kata Kunci: Schizophrenia, antipsikotik, fungsi kognitif.