Budhi Setyawan
PKN STAN

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN POTENSI KENDARAAN BERMOTOR MENJADI BARANG KENA CUKAI Budhi Setyawan; Gea Meryna Sabrie
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpbc.v6i2.1778

Abstract

Based on research by the Global Alliance on Health and Pollution (GAHP), the fourth largest contributor to deaths from pollution is Indonesia. The number of deaths from air pollution is not far related to the number of motorized vehicles in Indonesia, because the more motorized vehicles, the more carbon emissions are released thereby increasing air pollution in Indonesia. In-Law number 11 of 1995 concerning Excise jo. Law Number 39 of 2007, Excisable Goods stated in article 2 paragraph (1) as certain items that have characteristics of use can have a negative impact on the community or the environment. In article 4 paragraph (2), the addition or reduction of types of excisable goods is regulated further by a Government Regulation. Motorized vehicles fall into the two criteria above. This study aims to assess the potential feasibility of imposing excise duties on motorized vehicles. The research methodology was carried out using literature studies and data analysis related to excise revenue and the number of motorized vehicles in Indonesia. The results of this study recommend that motorized vehicles are eligible to become Excisable Goods. Excise tax rates can be ad valorem tariffs, following the best practices of countries that have imposed an excise tax on motorized vehicles. Keywords: extensification, excise, excisable goods, motorized vehicles, the Directorate General of Customs and Excise.
KAJIAN IMPLEMENTASI CARBON TAX SEBAGAI EKSTENSIFIKASI DI BIDANG CUKAI Budhi Setyawan; Yosia Kristiawan Rahadi
JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Unit Penerbitan Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpbc.v6i2.1780

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Tahun 2019 berada pada angka yang cukup memprihatinkan, dimana rata-rata nilai IKLH nasional berada pada nilai 66,55, dengan rentang nilai tertinggi berada pada Provinsi Papua Barat dengan nilai 83,96 dan nilai terendah pada Provinsi DKI Jakarta dengan nilai 42,84. Salah satu penyebab rendahnya tingkat IKLH yaitu tingginya emisi karbon, mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan pada masyarakat, memicu terjadinya perubahan iklim dan bencana alam, dan pada tahun 2020 berdasarkan data Global Carbon Project Indonesia menempati peringkat ke-10 negara dengan penghasil emisi karbon terbesar di dunia. Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai, Barang Kena Cukai sifat dan karateristiknya diatur dalam Pasal 2 ayat (1), yaitu: konsumsinya perlu dikendalikan, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Sedangkan penambahan atau pengurangan jenis Barang Kena Cukai berdasarkan Pasal 4 ayat (2) UU Cukai diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Emisi karbon memenuhi kedua kriteria tersebut. Penelitian ini bertujuan menilai potensi kelayakan implementasi Carbon Tax sebagai ekstensifikasi cukai. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka dan analisis data terkait emisi karbon dan dampaknya di Indonesia. Hasil penelitian ini merekomendasikan implementasi Carbon Tax sebagai ekstensifikasi di bidang cukai. Tarif cukai dapat menggunakan tarif spesifik sebagai bentuk pengendalian oleh pemerintah.