Pelaksanaan kegiatan observasi lingkungan yang ada di Dinas Kesehatan, dan lingkungan di area Dinas Kesehatan untuk pengelola limbah medis yang menjadi peranan penting. Dinas Kesehatan adalah sebagian pelayanan kesehatan yang dalam pelayanannya tersebut dapat menghasilkan limbah medis. Dinas Kesehatan Aceh Barat telah memiliki Incenerator untuk mengelola limbah medis. Penelitian ini bertujuan agar memudahkan kita mengetahuibagaimana proses pengelolaan limbah medis di Dinas Kesehatan Aceh Barat dan apakah sesuai dengan KEMENKES RI NOMOR: 1204/MENKES/SKJX/2004 mengenai persyaratan-persyaratan lingkungan kesehatan di Dinas Kesehatan. Peneltian tersebut menggunakan metode observasi yaitu adalah metode penelitian kualitatif dan interaktif. penentuan dalam obesrvasi ini melibatkan lima sumber informasi yaitu: Kepala dinas kesehatan, pegawai, tata usaha, petugas limbah, dan Cleaning Service. Dengan menggunakan teknik puposive sampling.. Tujuan di lakukan penelitian ini agar dapat mengetahui bagaimana petugas melakukan penanganan terhadap masalah lingkungan dan limbah medis di dinas kesehatan Aceh Barat, dan menganalisis bagaimana proses limbah medis di dinas kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan, pengelolaan limbah medis di Dinas kesehatan Aceh Barat pemilihan pada limbah medis yang harus lebih diperhatikan, masangan lebel limbah medis yang ditempelkan pada masing-masing limbah sesuai jenisnya, Hasil dari pengelolaan akhir dari limbah medis harus diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian diatas ialah pengelolaan pada limbah medis di Dinas Kesehatan Aceh Barat sudah baik.