Gusti Tri Wahyuni
Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN UKGS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG LAGO Gusti Tri Wahyuni; Rizma Adlia Syakurah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.6864

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut menjadi masalah yang perlu menjadi perhatian lebih, terutama pada anak sekolah. Pemerintah melakukan upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar melalui program UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah). Kabupaten Banyuasin menjadi salah satu daerah yang menerapkan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan UKGS pada siswa sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan dengan pendekatan manajemen proyek. Program dilaksanakan di sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lago. Data didapatkan melalui observasi secara langsung, wawancara dengan tim kerja serta melalui dokumen tertulis dan arsip. Data yang telah didapatkan kemudian akan diolah dan disajikan secara deskriptif. Pelaksanaan kegiatan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) dilakukan karena banyak siswa yang tidak memahami cara menggosok gigi dengan benar serta waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan 5 tahap yaitu tahap inisiasi, tahap perencanaan, tahap implementasi, tahap monitoring dan supervisi serta tahap evaluasi dan pelaporan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, ditemukan bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan sebelumnya, namun terdapat beberapa kendala yang menghambat kegiatan. Kendala terjadi karena dokter gigi terkadang memiliki jadwal lain yang harus dilaksanakan. Selain itu, tidak adanya kejelasan mengenai keberlanjutan program akibat kurangnya pengawasan dan tidak lanjut dari Dinas Kesehatan. Diharapkan kepada Pemerintah untuk lebih serius dalam mengembangkan program ini agar anak di Kabupaten Banyuasin memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.