Wulan Pingkan Julia Kaunang
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA UMUR, JENIS KELAMIN, TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN WULAUAN KECAMATAN TONDANO UTARA Natalia Saylensky Dewa; Wulan Pingkan Julia Kaunang; Sekplin Andries Semuel Sekeon
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7044

Abstract

SARS-CoV-2 merupakan pemicu penyakit COVID-19 yang adalah jenis baru dari coronavirus dan belum pernah ditemukan menularkan manusia sebelumnya. Karena penularan terjadi begitu cepat sehingga pemahaman yang baik diperlukan untuk menerapkan perilaku preventif terhadap COVID-19. Tujuan penelitian untuk?melihat hubungan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan COVID-19?pada Masyarakat Kelurahan Wulauan Kecamatan Tondano Utara. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian potong lintang  dilakukan pada masyarakat di Kelurahan Wulauan Kecamatan Tondano Utara pada bulan Maret-April 2022. Sampel berjumlah 130 responden yang terdiri dari masyarakat kategori usia remaja dan dewasa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dari peneliti sebelumnya dan dilakukan uji validitas serta reliabilitas oleh peneliti sendiri di tahun 2022 kemudian hasil kuesioner dianalisis menggunakan uji chi-square Penelitian ini diperoleh hasil tidak ada korelasi antara umur terhadap perilaku pencegahan COVID-19 diperoleh nilai p-value sebesar (p = 0,868). Ada hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahan COVID-19 dengan nilai p value sebesar  (p = 0,040), dan tidak ada hubungan atara tingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p = 0,182). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat Kelurahan Wulauan Kecamatan Tondano Utara dimana perempuan lebih menggungguli laki-laki.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 DI KELURAHAN MALALAYANG 1 BARAT LINGKUNGAN V Johanes Jiro Narande; Wulan Pingkan Julia Kaunang; Jeini Ester Nelwan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.14041

Abstract

Coronavirus 2019 atau yang disingkat COVID-19 ialah pandemi yang baru saja terjadi dan berdampak akan tingginya angka mortalitas di berbagai negara salah satunya Indonesia. Sampai saat ini total kasus terkonfirmasi positif masih terus bertambah dan data baru tahun 2023 di Sulawesi Utara mencapai 54.370 kasus, dengan total kematian 1.259 kasus . Jumlah kasus di kota manado sebanyak 15.655 kasus, dengan total kematian sebanyak 311 kasus. Tujuan dalam riset berikut yakni ntuk memahami gambaran tingkah laku warga tentang pecegahan covid-19 di Kelurahan Malalayang 1 Barat Lingkungan V. Jenis penelitian yang dilakukan ialah dengan jenis penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan penilitian potong lingtang (cross sectional study). Riset diselenggarakan di Kelurahan Malalayang 1 Barat Lingkungan V pada bulan januari 2023 dengan responden berjumlah 89 orang. Hasil riset berikut menunjukkan perilaku warga mengenai upaya mencegah COVID-19 yang terdiri dari pengetahuan, dan sikap sebagian besar berkategori baik serta tindakan berkategori cukup. Untuk itu, meskipun situasi pandemi sudah membaik, diharapkan masyarakat Lingkungan V tetap melakukan tindakan mencegah COVID-19.
Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat nomofobia pada peserta didik SMA Enjelina Patricia Lala; Angela Fitriani Clementine Kalesaran; Wulan Pingkan Julia Kaunang
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 5 (2026): Volume 20 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i5.3905

Abstract

Background: Advancements in digital technology and the rising use of smartphones have made social media an integral part of adolescent life. Excessive social media use can increase smartphone dependency, potentially triggering nomophobia—a condition characterized by anxiety or fear resulting from the inability to use a smartphone or a loss of access to communication networks. High levels of social media usage among adolescents are suspected to be linked to increased levels of nomophobia. Purpose: To analyze the relationship between the intensity of social media use and the level of nomophobia among high school students. Method: This study employed a quantitative, analytical, cross-sectional design. It was conducted in January 2026 at State Senior High School 1 Langowan. The study sample consisted of 76 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data collection was carried out using the Social Media Usage Intensity Scale (SIPMS) and the Nomophobia Questionnaire (NMP-Q). Data analysis involved univariate and bivariate methods, specifically the Spearman Rank correlation test. Results: The majority of respondents demonstrated high social media usage intensity (89.5%) and experienced severe levels of nomophobia (60.5%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between social media usage intensity and nomophobia levels among students (p-value = 0.019; r = 0.268), indicating a weak positive correlation. Conclusion: There is a significant relationship between the intensity of social media use and the level of nomophobia among high school students. Higher intensity of social media use is associated with higher levels of nomophobia experienced by the students.   Keywords: Adolescents; Nomophobia; Smartphones; Social Media Intensity.