Elvira Purnamasari
Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret, Surakarta UPTD Puskesmas Pondok Gede, Kota Bekasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEJADIAN COVID-19 PADA SKRINING INFLUENZA LIKE ILLNESS: STUDI DI PUSKESMAS PONDOK GEDE KOTA BEKASI Elvira Purnamasari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8716

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan global. Penyebaran penyakit ini melalui airbone (udara) dengan penularan yang sangat cepat menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki kasus Covid-19 terkonfirmasi tertinggi. Sebagai upaya deteksi dini dan mencegah penularan Covid-19, Puskesmas Pondok Gede melakukan skrining rapid antigen (RDT-AG) pada pasien poli yang memiliki gejala Influenza Like Illness (ILI) dan suspek Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kejadian Covid-19 berdasarakan karakteristik usia, jenis kelamin dan keluhan di Puskesmas Pondok Gede. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi mencakup seluruh pasien poli Puskesmas Pondok Gede yang memiliki gejala ILI dan suspek Covid-19 yang mendapatkan pemeriksaan RDT antigen dan terdaftar dalam form penyelidikan epidemiologi selama bulan Juli–September 2022. Total terdapat 487 orang pasien poli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien poli di Puskesmas Pondok Gede yang dilakukan skrining ILI mayoritas di usia >18 tahun dan memiliki keluhan. Karakteristik jenis kelamin menunjukkan laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama tertular Covid-19. Kesimpulan penelitian ini: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan keluhan dengan kejadian Covid-19, (2) tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian Covid-19.