Alit Dasa Wuri
Universitas Bina Darma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KEHALUSAN FILLER ABU CANGKANG SAWIT TERHADAP SIFAT CAMPURAN ASPALT HOTMIX AC-BC DI TINJAU DARI VOID IN MIX DAN DENSITY Firdaus Firdaus; Alit Dasa Wuri
Racic : Rab Construction Research Vol 7 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v7i2.3000

Abstract

Aspal hotmix adalah satu dari beberapa bagian dari lapis perkerasan konstruksi flexible pavement. Penelitaan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kehalusan fly ash cangkang sawit kepada stability, density dan void in mix aspal hotmix. Pada penlitian ini di gunakan parameter penelitian AC – BC. Hasil penelitian pengaruh kehalusan filler abu terbang cangkang sawit terhadap sifat campuran aspalt hotmix AC – BC ditinjau dari Void In Mix dan Density dapat di simpulkan sebagai berikut : Stabilitas : Pada tiap pemakaian variasi kehalusan stabilitas marshall semakin meningkat naik terhadap komposisi normal yaitu 1203 kg, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 1 stabilitas optimum adalah 1239 kg, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 2 stabilitas optimum adalah 1225 kg, dan untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 3 stabilitas optimum adalah 1234 kg..Kepadatan Nilai Pada tiap pemakaian variasi kehalusan kepadatan semakin meningkat naik terhadap komposisi normal yaitu 2,316 grm /cc, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 1 kepadatan optimum adalah 2,319 grm/cc, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 2 kepadatan optimum adalah 2,317 grm/cc, dan untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 3 kepadatan optimum adalah 2,317 grm/cc. Rongga Dalam Campuran Nilai Pada tiap pemakaian variasi kehalusan Void In Mix semakin meningkat naik terhadap komposisi normal yaitu 4.73, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 1 Void In Mix optimum adalah 5.12 % , untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 2 Void In Mix optimum adalah 4.91 %, dan untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 3 Void In Mix optimum adalah 5.07 %..