Latar Belakang: Ependimoma merupakan salah satu penyumbang kematian akibat tumor intrakranial pada anak, karena beberapa dari subgrup tumor ini memiliki sifat agresifitas dan prognosis buruk terkait etiologi molekuler yang medasari tumor tersebut. Dilaporkan 2 subgrup yang memiliki prognosis buruk serta memiliki angka kematian yang tinggi, yaitu ST-EPN-RELA (RELA fusion) dan PF-EPN-A. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan karakteristik klinikopatologik dan luaran klinik pasien ependimoma di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Metode: Penelitian dengan desain deskriptif analitik, dilakukan pada 31 kasus pasien terdiagnosis histopatologik ependimoma (28 kasus primer, 3 kasus berulang) periode 1 Januari 2017 hingga Desember 2021. Sampling dengan cara consecutive sampling, berdasarkan kriteria eksklusi dan inklusi usia, jenins kelamin, diagnsosis histopatologik (seluruh subtipe ependimoma), grading WHO, tindakan pembedahan, rekurensi dan laporan kematian. Analisis data menggunakan uji beda exact fischer dengan kemaknaan p:<0.05.Hasil: Jumlah sampel yang didapatkan 31 kasus, sebagian besar terdiagnosis sebagai supratentorial ependimoma (100%) dengan mayoritas WHO grade II (33,3%), diderita oleh mayoritas laki-laki (52,9%) dan pasien sebagian besar berusia > 18 tahun. Dari 31 kasus ditemukam meninggal (50%), kasus berulang (100%) dan sisanya sembuh. Terdapat perbedaan bermakna luaran pasien dengan berbagai kelompok usia (p=0,036) dan dan kelompok menurut grading WHO (p=0,049).Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna antara luaran klinik pasien ependimoma, berdasarkan kelompok usia dan WHO grading.