Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Patrakomala as Bandung City Government Innovation in Reorganizing the Creative Economy Post-Covid-19 Pandemic Diki Suherman; Siti Aliya; Andre Ariesmansyah; Dzarin Gifarian Khaulani
Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol 14, No 2 (2022): Pemikiran Administrasi Negara 4
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpan.v14i2.21141

Abstract

The city of Bandung is one of the centers of the tourism sector, especially in the creative economy in Indonesia, which has experienced a decline in the number of tourists or visitors during the outbreak of the Covid-19 pandemic. This study aims to find out and analyze the innovations the Bandung city government has reorganized the Creative Economy Post-Covid-19. The method used in this research is literature review. In addition, data analysis techniques use content analysis. Collaborative Governance is the theory used in this paper. The results of this study are innovations carried out by the Bandung city government to reorganize the creative economy, especially Post-Covid-19, namely by launching and simultaneously launching the Patrakomala digital web portal (Sustainable Creative Economy Application Patron), which features digital information services for tourists. to help detect tourist destination points that become destinations, such as culinary, craft, fashion, game applications, and so on. The existence of Patrakomala is a policy innovation for the Regional Government of the City of Bandung so that it can develop the creative economy of the City of Bandung as a whole which will have implications for improving people's welfare through local economic growth. Patrakomala is also expected to become a medium of information and communication, as well as a place for creative economy education in the city of Bandung.
RELASI KUASA DALAM PERENCANAAN PEMEKARAN WILAYAH : PERSFEKTIF ONTOLOGIS, EPISTIMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS Diki Suherman; Muhamad Anang Munawir; Fadlan Abdillah Salam
Khazanah Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2024): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v5i2.37820

Abstract

Tulisan ini menjelaskan persolan keterlibatan relasi kekuasaan dalam perencanaan pemekaran wilayah yang ditinjau berdasarkan sudup pandang filsafat pengetahuan, baik secara ontologi, epistimologi dan aksiologi yang belum banyak dikaji secara eskplisit. Metode yang digunakan ialah studi literatur , yang diperoleh dari beberapa jurnal, buku, dokumentasi, penelitian sebelumnya yang berkenaan dengan topic yang dibahas baik filsafat ilmu, perencanaan wilayah/kota, pemekaran wilayah. Relasi kekuasaan dalam perencanaan pemekaran wilayah secara ontologis memperdalami esensi pengetahuan dari hal yang diteliti, Eksistensi Wilayah menjadi bagian dari ontologis yang tidak akan lepas dari relasi kekuasaan yang menumbuhkan pengetahuan baru sebagai hakikat pengetahuan yang perlu diketahui secara menyeluruh. Secara epistimologis penelitian ini tentunya menggunakan metode atau cara ilmiah untuk memperoleh validitas suatu kebenaran penelitian dengan membahas keterlibatan aktor penguasa yang memiliki peran penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan kuasa yang dimiliki dalam melakukan pemekaran wilayah yang berimplikasi besar pada hajat hidup orang banyak. Secara ontologis, penelitian ini tentunya perlu menekankan pada nilai (value), yang memiliki kegunaan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh semua orang, dalam hal ini diharapkan penelitian ini bisa memberikan rekomendasi kebijakan untuk aktor yang terlibat dalam pemekaran wilayah, sebagai dasar ilmiah dalam pengambilan keputusan atau decision making yang akan membantu mengantisipasi kegagalan pemekaran wilayah dimasa mendatang.