Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan induk melalui proses fisika, kimia, dan biologi yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Tanah tidak hanya berfungsi sebagai media tumbuh tanaman, tetapi juga sebagai sistem hidup yang mendukung kehidupan mikroorganisme dan makroorganisme, serta berperan penting dalam berbagai proses ekologis. Morfologi tanah menggambarkan sifat-sifat tanah yang dapat dilihat, diukur, dan dideskripsikan secara langsung, seperti warna, tekstur, struktur, konsistensi. Karakteristik tanah meliputi tiga aspek utama yakni: (1). Fisik; (2). Kimia; dan (3). Biologis. Metode penelitan adalah dengan menggunakan metodes survey tanah untuk pengamatan tanah di lapangan, dan di laboratorium untuk mengetahui kandungan unsur dalam tanah tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan pada 5 (lima) titik pengamanat dijumpai 4 (empat) macam tanah yakni: (1). Aluvial Eutrik (Typic Edorthents); (2). Kambisol Eutrik (Typic Distrudepts); (3). Regosol Eutrik (Typic Udipsamments); (4). Kambisol Gleik (Typic Endosguepts)