Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

REVIEW: JURNAL SWAMEDIKASI TENTANG PENYAKIT KULIT AKIBAT BAKTERI (BISUL DAN JERAWAT): REVIEW: JOURNAL OF SWAMEDICATION ON BACTERIAL SKIN DISEASES (BOILS AND ACNE) Trisna Lestari; Ellen Maylina; Fajar Willy Ahzami; Fasiha Nur Fadila; Indah Mutiara Sari; Qurotul Ayun
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.598

Abstract

Swamedikasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengobati suatu penyakit maupun gejala yang ringan atau dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan resep dari dokter. Apabila pengobatan dengan swamedikasi tidak berhasil, maka harus dilakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi dan pengobatan menjadi lebih efektif. Jerawat adalah salah satu keadaan pori – pori yang tersumbat hingga menyebabkan timbulnya kantung nanah dan meradang. Bisul merupakan penyakit kulit manusia yang berupa benjolan, kelihatan merah sehingga membesar dan penuh dengan nanah, rasanya panas, bisa tumbuh disemua bagian tubuh, tetapi biasanya tumbuh dibagaian tubuh yang basah, seperti: leher, lipitan tangan, lipatan selangkangan, kulit kepala. Tujuan review ini untuk mengetahui tentang pengetahuan swamedikasi penyakit kulit akibat bakteri bisul dan jerawat. Metode penelitian ini menggunakan literature review dari Google Schooler dengan 10 jurnal yang diperoleh, menggunakan kata kunci: swamedikasi, penyakit kulit yang disebabkan bakteri, jerawat dan bisul. Swamedikasi bisul masih rendah sehingga menyebabkan kesalahan dalam penggunaan obat hanya sekitar 40,12% saja hasil presentasenya. Cara non farmakologi 67,03% lebih menggunakan obat -obatan tradisional dari pada obat - obatan non tradisional dan swamedikasi jerawat dengan obat-obatan presentase 27,273% responden. Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa jurnal yang di review diketahui bahwa tingkat masyarakat tentang swamedikasi penyakit kulit akibat bakteri bisul dan jerawat. Sebagian masyarakat belum memahami pentingnya swamedikasi bisul dalam obat-obatan non herbal, tetapi lebih memahami obat –obatan herbal pada bisul dan pada jerawat pengetahuannya cukup untuk swamedikasi baik farmakologi berupa obat ataupun non farmakologi berupa pola hidup yang baik.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT UMUM TERHADAP SWAMEDIKASI PENYAKIT KULIT KARENA JAMUR: THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF THE GENERAL PUBLIC ON SELF-MEDICATING SKIN DISEASES DUE TO FUNGI Jafar Izzudin; Muayyadah Milla; Nenden Anindya Koesmaedhy; Nisa Dwi Nurindah; Puspita Afriliani; Sapitri Hikmatul Aziz; Trisna Lestari; Arsyad Bachtiar; Rinto Susilo; Didin Ahidin
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.606

Abstract

Infeksi jamur pada kulit disebut dermatofitosis, kondisi lingkungan dapat menyebabkan penyakit kulit baik akut maupun kronis. Karena kulit adalah organ yang berhubungan langsung dengan lingkungan, maka kulit rentan terhadap infeksi fisik. Infeksi jamur kulit sering terjadi didaerah tropis yang disebabkan oleh udara lembab, sehingga keadaan ini dapat mendorong berkembangnya jamur pada kulit. Fokus penelitian ini menganalisis secara deskriptif, dengan meresume data yang diperoleh. Beberapa organisme menyebabkan penyakit kulit seperti bakteri, virus dan jamur. Bakteri, virus, dan jamur umumnya menginfeksi dan merusak kulit, namun tidak berakibat fatal. Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah tinea kapitis, Pengetahuan tentang swamedikasi untuk penyakit kulit telah banyak diketahui oleh masyarakat dari beberapa daerah, Pengetahuan masyarakat banyak dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, pengobatan turun temurun serta bahan obat yang melimpah dilingkungan masyarakat. Kata kunci : penyakit kulit, swamedikasi, pengetahuan masyarakat
REVIEW: DESCRIPTION OF THE USE OF NON-STEROID ANTI-INFLAMMATORY DRUG DICLOPHENAC SODIUM AS PAIN RELIEF IN OSTEOARTRITIS PATIENTS Trisna Lestari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.911

Abstract

Nyeri merupakan suatu penyakit yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang akibat kerusakan jaringan atau selm Inflamasi dapat diobati dengan menggunakan obat anti inflamasi seperti OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid). Obat anti inflamasi ini berfungsi sebagai pereda nyeri, penurun panas, dismenore, dan anti inflamasi lainnya. Salah satu penyakit yang sering menimbulkan inflamasi kronik yaitu Osteoarthritis. Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang bersifat kronik, berdampak besar dalam msalah kesehstan masyarakat. Terjadinya osteoarthritis dipengaruhi oleh faktor risiko yaitu umur, genetic, kegemukan. Cedera sendi, pekerjaan, olahraga, dan penyakit inflamasi sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat OAINS sebagai pereda nyeri pada pasien osteoarthritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat antiinflamasi nonsteroid terdiri dari obat antiinflamasi sederhana, obat antiinflamasi nonselektif, dan inhibitor COX-2 selektif. pereda nyeri sederhana seperti acetaminophen; Obat antiinflamasi non selektif, misalnya natrium diklofenak, dan inhibitor COX-2, yaitu etoricoxib dan celecoxib. Natrium diklofenak termasuk golongan selektif penghambat COX-2 yang memiliki efek terapi yang cepat langsung menghambat COX-2 sehingga aman pada pasien Osteoartritis. Natrium diklofenak dapat mengobati nyeri ringan hingga berat, terutama pada kondisi peradangan kronis seperti osteoarthritis.