Consequences of false preaching of the gospel in (Galatians 1:8-9): An analysis of the apostle Paul's anger at the Galatians. The anger expressed by the apostle Paul was of great benefit especially to the Galatians who passed from Christ to living under the Law. In this study, the author used the exegesis method with a syntactic and semantic approach to text analysis by focusing on the text itself and interacting with other texts in the Bible as well as with various libraries, books, journals that discuss related topics. So, through this method, the author was able to find the meaning of the apostle Paul's anger in (Galatians 1:8-9). The results of this research can be revealed that the consequence of false preaching of the gospel is a curse that creates separation from God and becomes a person who does not love God. It can be known that when man is separated and does not live in Christ, he can do nothing and will perish. Thus, the activity of preaching the gospel should be carried out together with God the Holy Spirit who is the guide so that everyone who carries out the preaching of the gospel, the Ecclesiastes and Teachers of dogma, does not deviate from the purpose of God's mission, and faithfully embraces people to become believers and have faith in the Lord Jesus Christ.Keywords: consequences; gospel; false; aacursed; separated AbstrakKonsekuensi atas pemberitaan injil palsu dalam (Galatia 1:8-9): Sebuah analisis tentang kemarahan rasul Paulus kepada jemaat di Galatia. Kemarahan yang diungkapkan rasul Paulus ini sangat bermanfaat terutama bagi jemaat Galatia yang beralih dari Kristus kepada hidup dibawah Hukum Taurat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode eksegesis dengan pendekatan analisis teks secara sintaksis dan semantis dengan berfokus pada teks itu sendiri dan melakukan interaksi dengan teks-teks yang lain dalam Alkitab serta dengan berbagai pustaka, buku-buku, jurnal yang membahas topik terkait. Sehingga melalui metode ini, penulis dapat menemukan makna dari kemarahan rasul Paulus dalam (Galatia 1:8-9). Hasil dari penelitian ini dapat disingkapkan bahwa konsekuensi dari pemberitaan injil palsu adalah sebuah kutukan yang menimbulkan keterpisahan dengan Allah serta menjadi pribadi yang tidak mengasihi Allah. Dapat diketahui bahwa ketika manusia terpisah dan tidak hidup dalam Kristus, ia tidak dapat berbuat apa-apa dan akan binasa. Jadi, kegiatan pemberitaan injil seharusnya dilakukan bersama dengan Allah Roh Kudus yang menjadi penuntun sehingga setiap orang yang melaksanakan pemberitaan injil, para Pengkhotbah dan Pengajar dogma, tidak menyimpang dari tujuan misi Allah, dan dengan setia merangkul orang-orang untuk menjadi percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.Kata kunci: konsekuensi; injil; palsu; terkutuk; terpisah