A. Pudjiharta, A.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN HUTAN TERHADAP HASIL AIR DI BATURADEN Pudjiharta, A.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan Gubernur Jawa Tengah untuk membangun Kebun Raya di Wana Wisata Baturaden Jawa Tengah disetujui oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden RI pada waktu itu.  Untuk itu Menteri Kehutanan melepaskan lahan yang dicadangkan untuk kebun raya dengan Keputusan No. 117/MenhutII/2004 tanggal 19 April 2004, tentang kawasan hutan seluas 150 ha di wilayah hutan produksi di lereng Gunung Slamet sebelahselatan.  Lahan tersebut  ditentukan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk penelitian dan pengembangan serta pendidikan lingkungan dalam bentuk Kebun Raya Baturaden, KabupatenBanyumas, Provinsi Jawa Tengah. Keberadaan hutan sebagai salah satubentuk penggunaan lahan dan sebagai penutup permukaan lahan padalereng gunung dan atau hulu suatu sungai (DAS) mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik hidrologi DAS/sub DASbersangkutan. Keberadaan hutan merupakan faktor pengendali aliran yang terjadi pada DAS/sub DAS bersangkutan. Keberadaan kawasan hutan di daerah hulu DAS yang umumnya merupakan gunung/pegunungan, berfungsi sebagai “recharge area” atau “head water catchment” sangat diperlukan. Informasi mengenai pengaruh perubahan penggunaan kawasan/hutan khususnya pada hasil air akan memberikan bekal pengetahuan bagi para pengambil kebijakan dalam pertimbangan-pertimbangan yang berkaitan dengan nilai jasa hutan secara ekologis, seperti dalam luaran air. Hasil sementara tinggi air di atas bendungan adalah 0-10 cm pada bulan Agustus dan September, pada bulan-bulan lainnya kisaran tinggi air adalah 19-268 cm. Curah hujan pada bulan Agustus-September 40-111 mm, curah hujan pada bulan-bulan llainnya sebesar 149-832 mm. Permeabilitas tanah sedang sampai sangat cepat (4,46-54,54 cm/jam). Informasi pengaruh perubahan penggunaan kawasan hutan oleh adanya perubahan pengelolaan atau perubahan peruntukan dari hutan ke kebun raya terhadap hasil air sangat kurang di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk penyediaan informasi hasil air oleh adanya perubahan penggunaan lahan hutan.
REKLAMASI LAHAN TERDEGRADASI DENGAN REVEGETASI PADA BEKAS TAMBANG BAHAN BAKU SEMEN Pudjiharta, A.; Santoso, E.; Turjaman, M.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan reklamasi atau rehabilitasi lahan hutan terdegradasi adalah bagian dari agenda 21 KTT Bumi di Rio de Janerio dan merupakan salah satu dari lima prioritas kebijakan pemerintah (Departemen Kehutanan). Luas lahan hutan terdegradasi di Indonesia telah mencapai kondisi yang mengkhawatirkan meliputi 48,5 juta ha yang terdiri dari 26,6 juta ha lahan di dalam hutan, 21,9 juta ha lahan di luar hutan, dan 11,40 juta ha lahan sebagai konsesi pertambangan. Keadaan seperti itu menyebabkan lahan terdegradasi makin luas. Penelitian uji coba jenis-jenis tanaman telah dilakukan di lahan terdegradasi akibat tambang bahan baku semen di Gunung Putri dan Cibadak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mereklamasi lahan terdegradasi akibat tambang bahan baku  semen  secara  vegetatif. Dari  penelitian ini  diperoleh informasi tingkat  survive  tujuh jenis tanaman uji coba setelah umur satu tahun masing-masing adalah : Acacia crassicarpa A. Cunn Et Benth (60%), Khaya anthoteca C.DC (80 %), Gmelina arborea Roxb. (80 %), Dalbergia latifolia Roxb. (83 %), Hisbiscus macrophylla Roxb. (86 %), Acacia mangium Willd (91 %), dan Adenanthera pavovina L (96 %). Beberapa faktor penyebab kegagalan tanaman adalah ternak sapi dan kambing yang dibiarkan berkeliaran, aktivitas manusia dalam kegiatan pertanian di lahan bekas tambang, tanah timbunan relatif baru, sifat tanah dalam keadaan kering keras/padat dan pecah-pecah dan dalam keadaan basah tergenang.Â