Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Desain Filter Meta Bermasker ( Instagram & Facebook ) Mangrove Berbasis Augmented Reality Hasbi Firmansyah
JURNAL ENGINEERING Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jureng.v14i1.33

Abstract

Kreativitas dalam merancang karya dikembangkan dengan menggunakan augmented reality untuk menjadi alat desain yang interakttif. Pengguna-an AR di-support oleh platform medsos seperti IG(Instagraam) yang memperkenalkan AR dalam fungsi filternya. Model AR tidak terbatas pada model yang dibuat oleh pengembang internal, tetapi juga dapat berupa konten buatan pengguna dengan Spark AR. Pada akun AR Spark Hasbi Firmansyah menggunakan model ini sebagai institusi yang berupaya meningkatkan brand awareness melalui penggunaan augmented reality menggunakan masker wajah Spark AR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan alur kerja dan hasil yang diperoleh untuk merancang dan menerbitkan filter Instagram berbasis AR dengan masker wajah Spark AR. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan studi kasus alami, dan hasilnya dipublikasikan dalam bentuk desain filter yang menampilkan hasil tindakan pengguna dari waktu ke waktu.
Penanganan Missing Value dan Perbandingan Performa Algoritma Naïve Bayes serta Algoritma Decision Tree dalam Kelulusan Mahasiswa Sulistyaningrum Sulistyaningrum; Hasbi Firmansyah; Eko Budi Raharjo; Wildani Eko Nugroho
ALMUISY: Journal of Al Muslim Information System Vol. 4 No. 1 (2025): ALMUISY: Journal of Al Muslim Information System
Publisher : LPPM STMIK AL MUSLIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas penanganan missing value serta perbandingan performa algoritma Naïve Bayes dan Decision Tree dalam memprediksi kelulusan mahasiswa. Dataset yang digunakan mencakup data akademik mahasiswa yang dimanipulasi untuk mensimulasikan missing value. Metode imputasi, seperti Mean Imputation, K-Nearest Neighbors, dan Iterative Imputation, diterapkan untuk menangani nilai yang hilang. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Decision Tree memiliki performa lebih unggul dibandingkan Naïve Bayes, dengan akurasi mencapai 92,1% dibandingkan 85,3% pada Naïve Bayes. Keunggulan ini menunjukkan bahwa Decision Tree lebih efektif dalam menangkap pola data dengan hubungan antar fitur yang kompleks. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode prediksi berbasis data untuk mendukung kebijakan akademik, termasuk penanganan missing value yang optimal dan pemilihan algoritma yang tepat. Abstract This study examines the handling of missing values and compares the performance of the Naïve Bayes and Decision Tree algorithms in predicting student graduation. The dataset includes academic records that were manipulated to simulate missing values. Imputation methods such as Mean Imputation, K-Nearest Neighbors, and Iterative Imputation were applied to address missing data. The evaluation utilized metrics such as accuracy, precision, recall, and F1-score. The results indicate that the Decision Tree algorithm outperforms Naïve Bayes, achieving an accuracy of 92.1% compared to 85.3% for Naïve Bayes. This superiority highlights that Decision Tree is more effective in capturing data patterns with complex inter-feature relationships. This study contributes to the development of data-driven prediction methods to support academic policies, including optimal missing value handling and the selection of appropriate algorithms.
Klasterisasi Pola Transaksi Online Retail Menggunakan Metode Self-Organizing Map Mohamad Faris Fadil; Hasbi Firmansyah; Wahyu Asriyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5899

Abstract

Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) mendorong peningkatan volume transaksi pada platform penjualan daring (online retail) yang menghasilkan data dalam jumlah besar dan kompleks. Kondisi ini menimbulkan tantangan dalam proses analisis data, khususnya untuk memahami pola pembelian konsumen yang tidak dapat diidentifikasi melalui analisis statistik konvensional. Oleh karena itu, diperlukan metode data mining yang mampu mengelompokkan data transaksi berdasarkan kemiripan karakteristik tanpa menggunakan label kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasterisasi pola transaksi pada dataset Online Retail menggunakan metode Self-Organizing Map (SOM). Dataset diperoleh dari UCI Machine Learning Repository dan terdiri dari lebih dari 500.000 data transaksi. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Quantity, UnitPrice, dan TotalBelanja yang dibentuk dari hasil perkalian Quantity dan UnitPrice. Proses penelitian meliputi tahapan praproses data, sampling data, normalisasi menggunakan Z-score, pemodelan SOM, visualisasi hasil menggunakan U-Matrix dan Component Plane, serta klasterisasi lanjutan untuk memperoleh kelompok transaksi yang lebih terdefinisi. Seluruh proses pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak RapidMiner Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOM mampu memetakan struktur kemiripan data transaksi secara topologis, meskipun tidak membentuk batas klaster alami yang tegas. Klasterisasi lanjutan menghasilkan beberapa kelompok transaksi dengan karakteristik berbeda, di mana mayoritas transaksi bernilai kecil dan sebagian kecil transaksi memiliki nilai ekstrem yang dipengaruhi oleh harga produk. Temuan ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pola transaksi online retail dan berpotensi mendukung analisis perilaku konsumen serta deteksi transaksi tidak wajar pada sistem penjualan daring.
Pengembangan Sarung Tangan Robot Untuk Terapi Pemulihan Jari Pada Pasien Stroke Berbasis Arduino Eko Budiraharjo; Hasbi Firmansyah; Ria Indah Fitria; Lucky Primanda; Nadya Permata Sari
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v6i1.3572

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan sarung tangan robotik berbasis Arduino yang dirancang sebagai alat bantu terapi rehabilitasi jari bagi pasien stroke. Gangguan motorik pascastroke, khususnya pada jari tangan, sering menurunkan kemandirian dan kualitas hidup pasien. Perangkat ini dikembangkan untuk memberikan bantuan mekanis dan stimulasi terkontrol selama proses terapi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas rehabilitasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang mencakup studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan prototipe, integrasi sistem, serta uji coba terbatas pada pasien stroke. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kemampuan motorik sebelum dan sesudah terapi pada lima pasien selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik jari, dengan peningkatan mobilitas dari 30% menjadi 80%, kemampuan menggenggam dari 20% menjadi 75%, serta kemampuan membuka tangan dari 25% menjadi 70%. Tingkat ketidaknyamanan pasien berada pada rata-rata skor 2 dari skala 1–5, menunjukkan terapi relatif nyaman. Temuan ini mengindikasikan bahwa sarung tangan robot berbasis Arduino efektif sebagai alat bantu rehabilitasi jari pasien.
EVALUASI KINERJA MODEL GRADIENT BOOSTED TREES UNTUK PREDIKSI STATUS KOMORBIDITAS PADA PASIEN BATU EMPEDU Fasya Gilar Amali; Hasbi Firmansyah; Wahyu Asriani
Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/sistek.v8i1.2641

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja model Gradient Boosted Trees (GBT) dalam memprediksi status komorbiditas (ada/tidak ada) pada pasien batu empedu. Data berasal dari UCI Machine Learning Repository dan mencakup 319 individu dengan 38 fitur klinis. Proses pemodelan meliputi pembersihan data, transformasi fitur, pembagian data dengan rasio 70:300 untuk pelatihan dan pengujian, pelatihan model GBT dengan skema 10-fold cross-validation, serta evaluasi menggunakan empat metrik utama, yaitu akurasi, classification error, weighted mean precision, dan weighted mean recall. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model GBT mencapai akurasi 82,29%, classification error 17,71%, weighted mean precision 89,63%, dan weighted mean recall 72,58%. Analisis lebih lanjut mengungkap precision sempurna (100,00%) pada kelas komorbiditas dan recall sempurna (100,00%) pada kelas tanpa komorbiditas, sementara recall kelas komorbiditas hanya 45,16%, yang mengindikasikan bias model terhadap kelas mayoritas dan keterbatasan dalam mendeteksi pasien berkomorbid. Temuan ini menunjukkan bahwa GBT merupakan pendekatan menjanjikan sebagai alat bantu keputusan untuk mengonfirmasi komorbiditas, namun masih kurang ideal sebagai alat skrining awal. Penelitian lanjutan disarankan menerapkan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas, optimasi hyperparameter, penyesuaian threshold, serta pembandingan dengan algoritma ensemble lain guna meningkatkan sensitivitas dan generalisasi model. Kata Kunci : Komorbiditas, Batu Empedu, Gradient Boosted Trees, Klasifikasi, RapidMiner, Weighted Mean Precision ABSTRACT This study aims to evaluate the performance of a Gradient Boosted Trees (GBT) model for predicting comorbidity status (present/absent) in gallstone patients. The dataset, obtained from the UCI Machine Learning Repository, comprises 319 individuals with 38 clinical features. The modelling pipeline includes data cleaning, feature transformation, an 70:30 train–test split, GBT training with 10-fold cross-validation, and evaluation using four metrics: accuracy, classification error, weighted mean precision, and weighted mean recall. Experimental results show that the GBT model achieves an accuracy of 82.29%, a classification error of 17.71%, a weighted mean precision of 89.63%, and a weighted mean recall of 72.58%. Further analysis reveals perfect precision (100.00%) for the comorbidity class and perfect recall (100.00%) for the non-comorbidity class, while recall for the comorbidity class is only 45.16%. This pattern indicates bias toward the majority class and limited sensitivity for detecting comorbid patients. These findings suggest that GBT is promising as a decision-support tool to confirm the presence of comorbidity, but less suitable as a primary screening tool. Future research should apply class-imbalance handling, hyperparameter optimisation, threshold adjustment, and comparison with alternative ensemble algorithms to improve sensitivity and generalisability. Keyword : Differentiated thyroid cancer; Recurrence; Risk stratification; C4.5 Decision tree; Data mining; Clinical decision support system.
IMPLEMENTASI METODE C4.5 UNTUK PREDIKSI RISK-LEVEL KEKAMBUHAN KANKER TIROID TERDIFERENSIASI Hesti Ifada Mustio; Hasbi Firmansyah; Wahyu Asriani
Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/sistek.v8i1.2635

Abstract

AbstrakKanker tiroid terdiferensiasi (Differentiated Thyroid Cancer/DTC) umumnya berprognosis baik, namun sebagian pasien tetap mengalami kekambuhan sehingga diperlukan stratifikasi risiko yang objektif dan mudah diinterpretasi. Penelitian ini bertujuan membangun dan mengevaluasi model klasifikasi berbasis algoritma C4.5 untuk memprediksi tingkat risiko kekambuhan DTC (Low, Intermediate, High) menggunakan dataset “Differentiated Thyroid Cancer Recurrence” dari UCI Machine Learning Repository. Dataset ini merupakan kohort retrospektif 383 pasien dengan follow-up 10 tahun yang memuat 16 fitur klinikopatologis. Algoritma C4.5 dipilih karena mampu menangani atribut numerik dan kategorik, memodelkan hubungan nonlinier, serta menghasilkan pohon keputusan dan aturan if–then yang mudah ditelusuri sehingga sesuai untuk prototipe sistem pendukung keputusan klinis. Tahapan penelitian meliputi prapemrosesan dan pengkodean atribut, pembagian data menjadi data latih dan uji, pelatihan pohon keputusan C4.5 dengan pruning, serta evaluasi menggunakan akurasi, error klasifikasi, presisi tertimbang, dan recall tertimbang. Pada 116 data uji, model menghasilkan akurasi 81,03%, error klasifikasi 18,97%, presisi tertimbang 78,11%, dan recall tertimbang 78,77%. Kesalahan klasifikasi terutama terjadi antara kelas Low dan Intermediate, sementara sebagian besar pasien berisiko tinggi teridentifikasi dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa C4.5 andal memetakan pola klinis dan berpotensi dimanfaatkan sebagai alat bantu awal dalam stratifikasi risiko kekambuhan DTC.Kata Kunci : Kanker tiroid terdiferensiasi; Kekambuhan; Stratifikasi risiko; Pohon keputusan C4.5; Data mining; Sistem pendukung keputusan klinisAbstractKanker tiroid berdiferensiasi (DTC) umumnya memiliki prognosis yang baik, namun beberapa pasien mengalami kekambuhan, sehingga stratifikasi risiko yang objektif dan dapat diinterpretasikan menjadi sangat penting. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model berbasis C4.5 untuk memprediksi tingkat risiko kekambuhan DTC (Rendah, Menengah, Tinggi) menggunakan dataset “Kekambuhan Kanker Tiroid Berdiferensiasi” dari UCI Machine Learning Repository. Dataset tersebut mencakup 383 pasien dengan tindak lanjut selama 10 tahun dan 16 fitur klinikopatologis. C4.5 dipilih karena kemampuannya untuk menangani atribut numerik dan kategorikal, menangkap hubungan nonlinier, dan menghasilkan pohon keputusan yang dapat dilacak dan aturan if-then yang sesuai untuk pembuatan prototipe dukungan keputusan klinis. Alur kerja terdiri dari pra-pemrosesan data, pengkodean atribut, pemisahan data menjadi set pelatihan dan pengujian, pelatihan pohon keputusan C4.5 yang dipangkas, dan evaluasi kinerja menggunakan akurasi, kesalahan klasifikasi, presisi tertimbang, dan recall tertimbang. Pada 116 contoh pengujian, model tersebut mencapai akurasi 81,03%, kesalahan klasifikasi 18,97%, presisi tertimbang 78,11%, dan recall tertimbang 78,77%. Sebagian besar kesalahan klasifikasi terjadi antara kelas Rendah dan Menengah, sementara pasien berisiko tinggi sebagian besar diidentifikasi dengan benar. Temuan ini menunjukkan bahwa C4.5 dapat menangkap pola klinis dan menjanjikan sebagai alat awal untuk stratifikasi risiko kekambuhan DTC. Kata kunci: Kanker tiroid berdiferensiasi; Kekambuhan; Stratifikasi risiko; Pohon keputusan C4.5; Penambangan data; Sistem pendukung keputusan klinis.