p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG DAN KUAT TEKAN BEBAS PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN ASPAL MODIFIKASI (ASPAL PENETRASI 60/70 DENGAN SUBTITUSI 1,5 % STYROFOAM) Djoko Sarwono; Djumari Djumari; Rangga Dwi Pradibyo
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.62917

Abstract

Jalan adalah jalur jalur di atas permukaan bumi yang dengan sengaja dibuat oleh manusia untuk dapat digunakan untuk menyalurkan lalulintas orang, hewan, dan kendaraan dengan cepat dan mudah. Seiring berjalannya waktu pembangunan jalan raya semakin berkembang dan membutuhkan material penyusun jalan yang lebih banyak. Maka dari itu menyebabkan berkurangnya material alam. Styrofoam merupakan bahan yang bisa ditambahkan dalam campuran lapisan permukaan perkerasan lentur, karena styrfoafaoam merupakan salah satu bahan termoplastik.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengujian kuat tarik tidak langsung dan kuat tekan bebas di Laboratorium Jalan Raya Universitas Sebelas Maret, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Aspal modifikasi dicampurkan dengan 1,5% styrofoam. Kadar aspal yang digunakan 4,5%, 5%, 5,54%, 6%, 6,5% untuk aspal tanpa campuran styrofoam dan 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% untuk aspal modifikasi. Alat uji yang digunakan merupakan alat uji Marshal yang dimodifikasi kepala penekannya dan alat uji UTM. Hasil penelitian dengan pengujian kuat tarik tidak langsung pada aspal modifikasi styrofoam mendapatkan hasil pada kadar aspal 5%, 5,5%, 6,0%, 6,5%, dan 7%  secara berturut-turut 524,05 Kpa, 600,35 Kpa, 689,44 Kpa, 589,52 Kpa, dan 515,44 Kpa. dimana hasil puncak didapatkan pada kadar aspal 6% yang berarti campuran aspal modifikasi styrofoam dapat bekerja maksimum menahan tarik dilapangan sebesar 689,44 Mpa. hasil kuata tekan bebas pada aspal modifikasi styrofoam menunjukan besar nilai pada kadar aspal 5%, 5,5%, 6,0%, 6,5%, dan 7%  secara berturut-turut 4.96 Mpa, 5,19 Mpa, 5,45 Mpa, 5,17 Mpa, dan 4,96 Mpa. Hasil puncak yang didapatkan pada kadar aspal 6% dengan demikian kinerja campuran dapat bekerja secara maksimum menhan dilapangan  sebesar 5,45 Mpa.Hasil penelitian dengan pengujian kuat tarik tidak langsung pada aspal penetrasi 60/70 mendapatkan hasil pada kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5% secara berturut-turut 498,49 Kpa, 524,05 Kpa, 596,64 Kpa, 543,36 Kpa, dan 513,4 Kpa. dimana hasil puncak didapatkan pada kadar aspal 5,54% yang berarti campuran aspal penetrasi 60/70 dapat bekerja maksimum menahan tarik dilapangan sebesar 596,64 Mpa. hasil kuata tekan bebas pada aspal penetrasi 60/70 menunjukan besar nilai pada kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5% secara berturut-turut 5,03 Mpa, 5,10 Mpa, 5,21 Mpa, 5,08 Mpa, dan 4,97 Mpa. Hasil puncak yang didapatkan pada kadar aspal 5,54% dengan demikian kinerja campuran dapat bekerja secara maksimum menhan dilapangan  sebesar 5,21 Mpa.
STUDI KOMPARATIF KARAKTERISTIK MARSHALL MENGGUNAKAN ASPAL MODIFIKASI AS PEN 60/70 DENGAN PENAMBAHAN 1,5% STYROFOAM TERHADAP CAMPURAN AC-WC Richo Fransiskus Marbun; Djoko Sarwono; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.57951

Abstract

Styrofoam kini semakin banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pengaman elektronik dan wadah makanan. Banyaknya tumpukan styrofoam dikarenakan styrofoam merupakan limbah yang sangat sulit terurai di alam. Banyaknya tumpukan styrofoam dikarenakan styrofoam merupakan limbah yang sangat sulit terurai di alam. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengurangi limbah styrofoam di alam, seperti penggunaan styrofoam sebagai bahan tambah dalam campuran aspal Pen 60/70 yang menghasilkan aspal modifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan styrofoam terhadap nilai pemeriksaan aspal dan nilai karakteristik Marshall. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Raya, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Kadar styrofoam yang digunakan 1,5% dari berat aspal, kemudian dibandingkan dengan aspal penetrasi 60/70. Variasi kadar aspal yang dipakai adalah 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6,0% dan 6,5%. Benda uji yang digunakan berjumlah masing-masing 3 buah dari setiap variasi kadar aspal. Pengujian menggunakan alat uji pemeriksaan aspal dan alat uji Marshall test. Data hasil uji digunakan untuk mendapatkan nilai perbandingan antara aspal penetrasi 60/70 dengan aspal modifikasi.