AbstrakTradisi lisan berkaitan dengan proses transmisi. Tradisi lisan berkembang di masyarakat melayu melalui tukang cerita atau sahibul hikayat. Hikayat Puspa Wiraja merupakan salah satu kesusasteraan zaman peralihan Hindu-Islam. Naskah Hikayat Puspa Wiraja merupakan naskah koleksi Leiden University dengan kode Or. 1401. Naskah Hikayat Puspa Wiraja disalin pada tahun 1237 H atau 1822 M oleh Muhamad Cing Sa’idullah. Tempat penyalinan naskah Hikayat Puspa Wiraja adalah di Kerukut, Betawi. Adapun tempat penyimpanannya ialah di Leiden University Libraries. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan aspek kelisanan Walter J. Ong yang terdapat dalam Hikayat Puspa Wiraja. Penelitian tersebut dikaji dengan teori aspek kelisanan dari Walter J. Ong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Objek material berupa naskah Hikayat Puspa Wiraja dan objek formal berupa teori kelisanan Walter J. Ong. Dari penelitian ini diketahui bahwa aspek kelisanan yang ditemukan dalam teks Hikayat Puspa Wiraja, antara lain: aditif, agregatif, bentuk pengulangan atau redundansi, konservatif, dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari, partisipatif, dan homeostatis.Kata-kata kunci: Hikayat Puspa Wiraja, kelisanan, Walter J. Ong AbstractOral tradition is strengthened by the process of transmission. Oral traditions develop in Malay society through storyteller or sahibul hikayat. Hikayat Puspa Wiraja is one of the Hindu Islamic transitional literatures. The Hikayat Puspa Wiraja manuscript with the code Or.1401. The Hikayat Puspa Wiraja manuscript was written in 1237 H or 1822 AD by Muhammad Cing Sa’idullah. The place where the Hikayat Puspa Wiraja manuscript was written is in Kerukut, Betawi. The manuscript is kept in the Leiden University Libraries. This study aims to describe the oral aspects of Walter J. Ong in Hikayat Puspa Wiraja. The research is studied by the theory of oral aspect by Walter J. Ong. From the research, it is known that the oral aspects found in the text Hikayat Puspa Wiraja are additive, aggregative, repetitions or redundancy, conservative, close to everyday human life, participatory, and homeostatic.Keywords: Hikayat Puspa Wiraja, orality, Walter J. Ong