Luluk Nafisah
IAIDA Blokagung Banyuwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI “ NEGERI DAGING “ KARYA MUSTOFA BISRI Aini Nurhayati; Luluk Nafisah
Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.818 KB) | DOI: 10.30739/peneroka.v2i2.1584

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keunikan kritik sosial dan bahasa ekspresif dalam Puisi Negeri Daging karya A. Mustofa Bisri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat dan penelitian dokumen. Sumber datanya adalah Kumpulan Puisi Negeri Daging. Alat penelitiannya adalah peneliti itu sendiri, dengan teori-teori yang relevan, dilengkapi dengan kisi-kisi dan indikator-indikator etika dan nilai-nilai kepribadian yang membebaskan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Sosiologi Sastra, 2) Kritik Sosial meliputi: Jenis-Jenis Kritik Sosial dan Bentuk Penyampaian Kritik Sosial, 3) Puisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik catat dan penelitian dokumen sedangkan hasil dan simpulan penelitian ini sebagai berikut. Dalam kumpulan puisi Negeri Daging ditemukan banyak puisi yang menggambarakan penindasan politik, penindasan negara, ketidakdilan ekonomi, dan ketidakadilan gender. Keempat masalah tersebut terjadi akibat adanya pemerintahan yang otoriter, HAM yang terbelenggu, kebebasan pres dicekal, kesejahteraan rakyat tak dihiraukan, krisis ekonomi, dan kesenjangan antara kaum wanita dan laki-laki. Nilai karakter yang ditemukan dalam kumpulan puisi Negeri Daging ialah nilai karakter toleransi, demokratis, semangat kebangsaan, cinta damai, dan tanggung jawab. Kelima nilai karakter tersebut menggambarkan pluralisme yang dimiliki Indonesia, dan juga nilai yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.