Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibnu Miskawaih Miswar, Miswar
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 1 (2020): Juni (2020)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v14i1.32

Abstract

This study aims to analyze Ibn Miskawaih's thoughts on moral education. This research uses qualitative methods with a literature-based approach. Data collection was carried out by exploring Ibn Miskawaih's thoughts as contained in his works, the main data sources came from his work of tahzibul Akhlak, and the supporting data sources came from other works, and books and journals related to his thoughts. The results showed that according to Ibn Miskawaih, morals are mental states that invite someone to do actions without thinking and being taken into account. So that it can be used as human nature and the results of the actions that have been done, become self-righteousness that can give birth to good khuluq. Miskawaih was not only a philosopher but he was a moralist, writer, chemist, historian. So that the work that he produces is not only about one scientific aspect. According to Ibn Miskawayh, the goal of moral education is the realization of an inner attitude that is able to spontaneously encourage the birth of all righteous deeds to achieve perfection and obtain true and perfect happiness. The goal of moral education formulated by Ibn Miskawaih is the realization of an inner attitude that is able to spontaneously induce all actions of good value. So as to achieve perfection and obtain true happiness that is perfect and complete.
PENERAPAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MAS PERSATUAN AMAL BAKTI-1 (PAB-1) SAMPALI Miswar Rasyid Rangkuti
Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2018): BENCHMARKING
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.716 KB) | DOI: 10.30821/benchmarking.v2i2.6942

Abstract

Hasildari penelitian ini adalah: (1) Dalam penerapan nilai-nilai karakter padapembelajaran aqidah akhlak guru menggunakan beberapa metode, yaitu metodeceramah, tanya jawab, diskusi dan kerja kelompok, (2) Karakter siswa setelah prosespembelajaran aqidah akhlak dapat dikatakan baik, (3) Faktor-faktor yangmendukung guru dalam menerapkan nilai-nilai karakter pada pembelajaran aqidahakhlak, yaitu faktor lingkungan masyarakat, usia dan lingkungan sekolah.Sedangkan faktor penghambat, yaitu tidak tersedianya buku paket dan perpustakaanyang tidak terawat dan (4) Cara guru menanggulangi faktor penghambat, yaitu gurumenuliskan materi pelajaran di papan tulis dan menggunakan berbagai metodepembelajaran.
TASAWUF DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN Miswar Rasyid Rangkuti
Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2019): BENCHMARKING
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.748 KB) | DOI: 10.30821/benchmarking.v3i1.6962

Abstract

Tasawuf merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. (taqarrub)dengan melakukan serangkaian ritual-ritual tertentu dan mengamalkan pola hidupsederhana dan memperbanyak ibadah. Sedangkan yang menjadi tujuan dari tasawufadalah mendekatkan diri kepada Allah swt. melalui upaya pensucian diri (tadzkiyahan-nafs). Dalam dunia pendidikan Islam tasawuf memiliki peranan yang sangatsignifikan. Seorang murid yang ingin memperoleh ilmu pengetahuan, tidak bisahanya mengandalkan kemampuannya sendiri, ia mesti mengharap keridhaan Allahswt. Demikian juga seorang guru, tidak hanya sekedar mengajarkan ilmu kepadamuridnya, akan tetapi guru hendaknya mengajar dan mendidik dengan sifat ikhlas.Hal-hal semacam ini hanya akan diperoleh melalui praktik-praktik ajaran tasawuf.