Andi Tenri Uleng
FKM Universitas Hasanuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PERAN INTERNET DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA MASA PANDEMI : The Relationship Between the Internet and Adolescent Sexual Behavior Amidst the Pandemic Era Andi Tenri Uleng; Rahma Rahma; Arifin Seweng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 3 No. 1: FEBRUARY 2022
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v3i1.20710

Abstract

Dampak pandemi terhadap kehidupan remaja yaitu remaja berpotensi adiksi internet akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi. Perkembangan ini membuka peluang besar akses informasi baik itu positif maupun negatif, sehingga informasi sulit dikontrol cenderung membentuk perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran internet dengan perilaku seksual remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 305 orang dengan teknik pengambilan data yang digunakan adalah proportional random sampling. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Maros pada tanggal 14 Februari 2022-10 Maret 2022. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara frekuensi (p=0,000), durasi (p=0,000), penggunaan internet (p=0,000), dan penggunaan media sosial (p=0,000), dengan perilaku seksual remaja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering dan lama penggunaan internet, menyebabkan positifnya perilaku seksual berisiko. Serta, apabila penggunaan internet berkonten pornografi tinggi dan media sosial yang tidak sehat maka remaja memiliki kesempatan untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Terdapat hubungan antara frekuensi, durasi, penggunaan internet, dan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja. Saran kepada remaja sebaiknya melakukan hal-hal positif diwaktu luangnya, sekolah memberikan materi pendidikan kesehatan reproduksi, dan orang tua lebih memperhatikan penanaman nilai-nilai kepada remaja.