Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Hasil Belajar PAI Peserta Didik di Kelas V UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawitto Kab. Pinrang Nur Ria Anggraeni; Usman; Syamsuddin
Primer Edukasi Journal Vol 2 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi PGMI IAI Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56406/jpe.v2i1.106

Abstract

This study aims to describe the application the two stay two stray learning model in PAI class V UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawitto, describes the PAI learning outcomes of students class V UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawitto, and analyzed the effect the application of the two stay two stray learning model on the PAI learning outcomes of students class V UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawitto. This research iquantitative research, using the 'ex post facto' method. The research subjects were students at UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawiitto with a total of 30 of 92 students taken by purposive sampling technique. Techniques collecting data through closed questionnaires and documentation. Data analysis used descriptive analysis and inferential analysis. Based on the results of the analysis, it was found the application the two stay two stray learning model on PAI subjects in class V UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawitto is in the medium category, which is 60%, PAI learning outcomes students class V UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawitto is in the medium category, namely 50%, and there no significant effect of the application the two stay two stray learning model on the PAI learning outcomes of students class V UPT SDN 16 Pinrang Kec. Watang Sawitto. This can proven the t-test which gets a t-count 0.790 < t-table 2.048, and a significant value of 0.436> 0.05. while the amount contribution only 2.2% and the remaining 97.8% is influenced other factors that are not this study. Keywoards : Two Stay Two Stray, Learning Outcome
Kesulitan Belajar Pembelajaran IPS Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Mega Sulastri; Usman; Umar Sulaiman
Primer Edukasi Journal Vol 2 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi PGMI IAI Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56406/jpe.v2i1.133

Abstract

This thesis discusses the learning difficulties experienced by students in Social Studies Learning. The aims of this study were to: 1) describe the form of learning difficulties in social studies learning for students of the PGMI Study Program, 2) and describe the inhibiting factors for learning social studies learning for students in the PGMI Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Alauddin Makassar. This type of research is descriptive qualitative with research approaches used are pedagogic and sociological. The data sources for this study were PGMI students 3 and 4 class 2017. Furthermore, the instruments used in data collection were interview guidelines, recordings and documentation. The results of this study indicate that the form of student learning difficulties, namely the understanding or cognitive domain of students regarding social studies learning, is more due to students' lack of repetition in learning so that they are less able to master learning and as a result only some of the material is understood by students. While the factors that affect learning difficulties are (1) lack of interest in social studies learning, because during high school / MA students take more science majors than social studies (2) lack of concentration because learning is carried out during the day (3) and lack of subject matter by students to social studies learning. Research implications 1) for students, especially students of the PGMI Study Program should increase motivation to study hard and pay attention to the learning delivered by lecturers, 2) for majors or lecturers, to overcome the forms and factors of student learning difficulties, namely in order to facilitate or complement the needs of students in implementing during the lecture process 3) for further researchers this research can be used as study material so that it can be used as comparison material for further research.
Implementasi Strategi Pembelajaran Langsung dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Gufrah Risman; Usman; Besse Marjani Alwi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi strategi pembelajaran langsung dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, meliputi karakteristik, sintaks, kelebihan, dan keterbatasannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, mengumpulkan data dari berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan sumber lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Strategi Pembelajaran Langsung merupakan model pembelajaran terstruktur dan sistematis yang efektif untuk Pendidikan Agama Islam, dengan karakteristik pembelajaran berpusat pada guru, fase terstruktur, pendekatan logis-deduktif, dan tujuan pembelajaran terukur. Penerapannya dilakukan melalui lima fase utama: menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mempresentasikan dan mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan, membimbing pelatihan dengan koreksi, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan latihan mandiri. Strategi ini efektif menyampaikan materi PAI yang bersifat normatif dan konseptual seperti rukun Islam, praktik ibadah, dan pembentukan akhlak mulia. Namun, memiliki keterbatasan berupa potensi siswa pasif, kurang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi, kurang mengakomodasi keberagaman gaya belajar, dan keterbatasan dalam materi kompleks abstrak. Oleh karena itu, implementasinya perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan karakteristik materi, kebutuhan siswa, dan tujuan pembelajaran.
Strategi Pembelajaran Kooperatif dan Kolaboratif Nur Qalbi Fitratunnisa Bahar; Usman; Besse Marjani Alwi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288170

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji mengenai definisi, karakteristik, langkah-langkah penerapan, dan model-model strategi pembelajaran kooperatif dan kolaboratif serta implikasinya dalam pembelajaran PAI. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pustaka (library research). Sumber data terdiri atas berbagai literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan sumber pustaka lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif dan kolaboratif merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada kerja sama antarpeserta didik untuk mencapai tujuan belajar bersama. Karakteristik utama pembelajaran kooperatif dan kolaboratif mencakup adanya saling ketergantungan yang positif, interaksi langsung yang mendukung, tanggung jawab individu dan kelompok, keterampilan sosial, serta evaluasi kelompok. Langkah-langkah penerapan strategi ini dimulai dari perencanaan pembelajaran, pembentukan kelompok heterogen, pembagian peran dan tugas, kegiatan diskusi dan pemecahan masalah, presentasi hasil, hingga evaluasi serta refleksi bersama terhadap hasil belajar. Model-model pembelajaran yang termasuk dalam strategi kooperatif dan kolaboratif antara lain Jigsaw, Number Heads Together (NHT), Student Team Achievement Divisions (STAD), dan Team Accelerated Instruction (TAI). Implementasi dalam pembelajaran PAI dilakukan melalui pembentukan kelompok belajar yang aktif dan interaktif. Guru berperan sebagai fasilitator untuk membimbing proses diskusi, memberikan motivasi, melakukan evaluasi, dan memberikan penghargaan terhadap pencapaian kelompok. Dengan demikian, pembelajaran PAI menjadi lebih bermakna dan membangun nilai-nilai kebersamaan serta toleransi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan strategi kooperatif dan kolaboratif dalam pembelajaran PAI dapat secara signifikan meningkatkan partisipasi peserta didik. Atas dasar temuan tersebut, kedua strategi tersebut direkomendasikan sebagai pilihan alternatif untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.
Hak Politik Perempuan Perspektif Muslimah Wahdah Islamiyah Di Kota Makassar (Analisis Siyasah Syar’iyyah) Ade Ihwana Ilham; Sitti Aisyah Kara; Fatmawati; Usman; Zulfahmi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hak politik perempuan perspektif muslimah wahdah islamiyah di kota Makassar (Analisis siyasah syar’iyyah). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan teologi normatif dan sosiologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hak politik  perempuan Muslimah Wahdah Islamiyah memiliki hak untuk memilih dan Hak Amar ma’ruf Nahi Mungkar. Perempuan boleh ikut berpartisipasi dalam politik dengan menggunakan hak suara. Sedangkan Perempuan untuk di pilih menjadi pemimpin wahdah Islamiyah tidak merekomendasikan untuk Waliyul amr, Adapun untuk calon legislatif perempuan, maka belum direkomendasikan melihat belum adanya kebutuhan yang mendesak akan hal tersebut, disamping pertimbangan maslahat dan mudaratnya dari berbagai sisi, dan fakta belum adanya SDM dan logistik yang memadai kaum perempuan. Perempuan Wahdah Islamiyah menjalani peran kepemimpinannya dalam scope tertentu, menjadi ketua lembaga tertentu yang ada di masyarakat atau komunitas, yang di dalamnya terdapat kaum perempuan saja, karena tidak ingin bercampur baur dengan kaum laki-laki dan akan menghindarinya menurut kesanggupannya, tidak mencari-cari jalan untuk bercampur dengan laki-laki dan tidak mendorong orang lain melakukannya.
Taksonomi Bloom dan Pendidikan Islam Nurahdillah Morra Bilu; Muljono Damopolii; Usman
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350122

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi epistemologis Taksonomi Bloom dengan pendidikan Islam, mengkaji implementasinya pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi penerapannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan dianalisis melalui teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taksonomi Bloom selaras dengan tujuan pendidikan Islam dalam membentuk insan kamil melalui pengembangan kemampuan berpikir, internalisasi nilai, dan penguasaan keterampilan ibadah secara terpadu. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain dominasi pembelajaran berbasis hafalan, keterbatasan kompetensi pedagogis guru dalam mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta kompleksitas penilaian ranah afektif dan psikomotorik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru, penyederhanaan kurikulum pada materi esensial, pengembangan asesmen autentik, dan pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai strategi untuk mengoptimalkan penerapan Taksonomi Bloom dalam pendidikan Islam
Dari One Best Method Menuju Conditional Knowledge: Rekonstruksi Prinsip Situasional dalam Pembelajaran PAI Zidny Irfanal Haqq; Muljono Damopolii; Usman
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350069

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi prinsip-prinsip situasional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pergeseran paradigma dari one best method menuju conditional knowledge. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan penggunaan metode pembelajaran secara universal tanpa mempertimbangkan karakteristik peserta didik, materi, tujuan, dan konteks pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research melalui analisis karya-karya utama dan artikel ilmiah bereputasi menggunakan teknik analisis konseptual dan sintesis teoretis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran tidak ditentukan oleh keunggulan suatu metode, melainkan oleh kesesuaiannya dengan konteks. Rekonstruksi yang dihasilkan mengidentifikasi empat prinsip utama pendekatan situasional, yaitu kesesuaian metode dengan konteks, adaptabilitas metodologis, kontekstualisasi konten, dan partisipasi aktif pebelajar. Selain itu, metode pembelajaran dipetakan berdasarkan empat orientasi teoretis (behavioristik, kognitif, konstruktivis, dan humanistik) serta lima fungsi instruksional (presentasi, elaborasi, aplikasi, eksplorasi, dan refleksi). Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual yang menempatkan conditional knowledge sebagai dasar pemilihan dan pengombinasian metode pembelajaran PAI secara adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap keragaman kondisi pembelajaran.
Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligences) Nur Alim; Usman; Muljono Damopolii
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, ragam, prinsip dasar, serta implikasi penerapan teori kecerdasan jamak (multiple intelligences) Howard Gardner dalam konteks pendidikan Islam. Menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, data ditelusuri dari literatur primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penalaran deduktif-induktif yang dikaitkan dengan landasan ontologis pendidikan Islam, yaitu QS. Al-Mulk/67: 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan jenis kecerdasan (linguistik-verbal, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial-spiritual) memiliki korelasi epistemik yang kuat dengan prinsip fitrah multidimensi dalam Islam. Penerapannya meniscayakan lima prinsip fundamental, meliputi pengakuan terhadap keberagaman potensi, student-centered learning, integrasi nilai tauhid dan adab dalam setiap aktivitas, pendekatan holistik yang memadukan kognitif-afektif-psikomotorik, serta variasi strategi dan asesmen autentik. Secara pragmatis, integrasi konsep ini berdampak pada revitalisasi kurikulum PAI yang berdiferensiasi, transformasi peran guru dari transfer of knowledge menjadi fasilitator dan kreator pengalaman belajar, serta reformasi sistem penilaian menuju portofolio dan observasi kinerja. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian kecerdasan jamak bukanlah sekadar alternatif teknis-metodologis, melainkan keniscayaan pedagogis untuk mengaktualisasikan tujuan final pendidikan Islam, yaitu pembentukan insan kamil yang berimbang secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Teori Belajar Behaviorisme dan Pendidikan Islam (Hadiah dan Hukuman (Reward and Punishment); Telaah Unsur-Unsur Behaviorisme dalam Hubungannya dengan Pendidikan Islam) Nur Qalbi Fitratunnisa Bahar; Usman; Muljono Damopolii
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350318

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan teori belajar behaviorisme dengan Pendidikan Islam melalui kajian konsep reward and punishment (hadiah dan hukuman) serta unsur-unsur behaviorisme yang berkaitan dengan proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan positif, penguatan negatif, hukuman, dan pembiasaan dalam perspektif behaviorisme serta relevansinya dengan konsep pendidikan Islam seperti tsawab, targhib, ‘iqab, dan ta’zir. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip behaviorisme memiliki keterkaitan dengan pendidikan Islam melalui pembentukan perilaku, pembiasaan, pemberian penghargaan, dan sanksi edukatif. Namun, pendidikan Islam memiliki orientasi yang lebih luas karena tidak hanya menilai perilaku lahiriah, tetapi juga menekankan niat (niyyah), kesadaran spiritual, dan pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, behaviorisme perlu diterapkan secara proporsional dan diintegrasikan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah agar mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki perilaku baik, tetapi juga karakter Islami yang kuat.
Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) Dalam Motivasi Belajar: Analisis Kritis dan Tantangan Implementasi Di Era Pembelajaran Digital Gufrah Risman; Muljono Damopolii; Usman
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350294

Abstract

Penelitian ini membahas Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam motivasi belajar dengan fokus pada analisis kritis terhadap konsep, efektivitas, serta tantangan implementasinya di era pembelajaran digital. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran, namun kompleksitas tantangan digital menuntut adanya kerangka motivasional yang sistematis dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis Model ARCS yang dikembangkan John M. Keller sebagai salah satu kerangka desain motivasional dalam bidang desain instruksional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-kritis terhadap berbagai literatur primer dan sekunder terkait Model ARCS dan teori motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction saling berkaitan membentuk siklus motivasional yang harus diterapkan secara seimbang. Namun, penerapannya juga menghadapi berbagai tantangan, seperti cognitive overload, subjektivitas persepsi relevansi, illusory confidence, dan overjustification effect akibat penggunaan penghargaan ekstrinsik yang berlebihan. Penelitian ini menegaskan bahwa Model ARCS tidak seharusnya dipahami sebagai strategi yang kaku, melainkan sebagai kerangka adaptif yang perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, konteks budaya, dan perkembangan teknologi pembelajaran agar mampu meningkatkan motivasi belajar secara efektif dan berkelanjutan.