p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geodesi Undip
Muhammad Adnan Yusuf
Departemen Teknik Geodesi, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penggunaan Hedonic Pricing Method untuk Penentuan Kelas Permukiman dan Pengaruhnya terhadap Harga Tanah Adya Amalia Putri; Arwan Putra Wijaya; Muhammad Adnan Yusuf; Danang Setiaji
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa terjadi penurunan kualitas kelas permukiman seiring dengan bertambahnya waktu. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya perpindahan masyarakat menuju kota sehingga permukiman semakin banyak hingga pinggir kota. Selain itu, penurunan kualitas kelas permukimaan terjadi karena beberapa faktor fisik yaitu kepadatan permukiman, tata letak bangunan, lebar jalan masuk, lokasi permukiman, pola permukiman, pohon pelindung jalan, kepadatan rumah, dan kondisi atap bangunan yang tidak sesuai. Penelitian ini melakukan klasifikasi kelas permukiman menjadi 3 kelas berdasarkan parameter dan kesukaan masyarakat menggunakan metode Hedonic Pricing Method (HPM) dan interpretasi visual citra. Berdasarkan kelas permukiman yang disukai masyarakat maka dapat dilakukan pengolahan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap harga tanah. Pengolahan tersebut menggunakan metode Geographically Weighted Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas permukiman berdasarkan HPM didominasi oleh kelas permukiman semi teratur sebanyak 53,85%, kemudian kelas permukiman teratur dengan persentase responden yang menyukai yaitu 37,69%, dan kelas permukiman tidak teratur dengan persentase responden yang tidak menyukai yaitu 8,46%. Sedangkan kelas permukiman berdasarkan interpretasi visual citra di Kecamatan Banyumanik tahun 2013 didominasi oleh kelas permukiman teratur sebesar 1285,56 ha, kemudian kelas permukiman semi teratur sebesar 331,05 ha, dan kelas permukiman tidak teratur sebesar 11,52 ha. Pada tahun 2021, kelas permukiman berdasarkan interpretasi citra masih didominasi oleh kelas permukiman teratur sebesar 966,54 ha, kemudian kelas permukiman semi teratur sebesar 530,40 ha, dan kelas permukiman tidak teratur sebesar 131,18 ha. Hasil kelas permukiman berdasarkan HPM memiliki pengaruh terhadap harga tanah di suatu permukiman dimana kelas teratur harga tanahnya berkisar antara Rp1.742.512-Rp19.529.614, kemudian kelas semi teratur harga tanahnya berkisar antara Rp591.104- Rp18.600.395, dan kelas tidak teratur harga tanahnya berkisar antara Rp548.063-Rp2.509.423.
Analisis Pemodelan dan Prediksi Dinamika Penggunaan Lahan Zona Perumahan di Kabupaten Sukoharjo (Studi Kasus: Kecamatan Kartasura, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Sukoharjo) Almaas Syifaa Ardanti; Arwan Putra Wijaya; Muhammad Adnan Yusuf
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.35908

Abstract

Menurut laporan dari World Bank, pada tahun 2019 sebanyak 151 juta penduduk Indonesia atau setara dengan 56% dari keseluruhan penduduk hidup di kawasan perkotaan. Adanya urbanisasi dapat menyebabkan perubahan penggunaan lahan di kawasan perkotaan seiring dengan berkembangnya aspek ekonomi, sosial, politik, teknologi, lingkungan dan juga pertumbuhan penduduk secara alami. Hal ini dapat menjadikan berkembangnya kawasan perkotaan. Contoh dari adanya perubahan lahan di kawasan perkotaan terjadi di Kabupaten Sukoharjo. Kawasan Perkotaan di Kabupaten Sukoharjo meliputi Kecamatan Kartasura, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Sukoharjo.  Muncul perumahan-perumahan baru di tiga kecamatan tersebut yang sebagian besar disebabkan oleh adanya perubahan fungsi lahan pertanian. Penelitian dilakukan untuk melakukan pengamatan dinamika perkembangan penggunaan lahan perumahan di Kecamatan Kartasura, Grogol dan Sukoharjo pada tahun 2009, 2015, prediksi penggunaan lahan tahun 2021 dan 2033 menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) serta mengetahui pola persebaran perumahan dengan metode analisis tetangga terdekat. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh luas perubahan penggunaan lahan perumahan dari tahun 2009 sampai 2033 sebesar 363,171 Ha. Penggunaan lahan untuk Zona Perumahan pada tahun 2009 sebesar 3551,002 Ha, tahun 2015 sebesar 3679,861 Ha, tahun 2021 sebesar 3694,539 Ha dan tahun 2033 sebesar 3914,173 Ha. Persebaran perumahan pada tahun 2009, 2015 dan 2021 memiliki pola acak sedangkan persebaran perumahan tahun 2033 memiliki pola mengelompok. Hasil validasi pemodelan prediksi penggunaan lahan tahun 2021 adalah sebesar 0,935. Hasil kesesuaian prediksi penggunaan lahan untuk perumahan tahun 2033 terhadap Rencana Detail Tata Ruang 2020-2039 menunjukkan angka sebesar 7408,076 Ha atau 74,755%. Nilai ini menunjukkan bahwa pemodelan ini memiliki kesesuaian yang baik terhadap RDTR.