Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai usability penggunaan (Learning Management System) LMS pada pelatihan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Pada penelitian sebelumnya penelitian tentang LMS digunakan untuk pengolahan data master yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan pelatihan dan pembelajaran di kalangan guru, pendidikan formal dan perusahaan. Namun penelitian ini fokus pada pemanfaatan LMS dalam pelatihan jarak jauh, di balai pelatihan Kesehatan Cikarang. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2021, menggunakan model teori usability Neilsen, dengan subyek alumni peserta pelatihan Penugasan Khusus di angkatan tiga belas yang berjumlah 38 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner, pedoman wawancara dan telaah laporan penyelenggaraan pelatihan. Analisis penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini melakukan pengukuran usability untuk mendapatkan gambaran seberapa besar manfaat aplikasi dalam meningkatkan pemahaman peserta dan tingkat kesulitan yang ditemukan. Pengukuran dilakukan terhadap tingkat ketergunaan sistem melalui lima kriteria, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketergunan (usability) dari aplikasi adalah mudah dipelajari, efisien, pada saat pengguna berinteraksi, mudah mengingat prosedur, dan pengguna merasa nyaman dalam mengoperasionalkan aplikasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam pengembangan antarmuka aplikasi untuk pelatihan berikutnya dan untuk pelatihan bidang kesehatan lainnya. Kendala terbesar yang dialami alumni dalam mengakses LMS adalah, bahwa ini merupakan pengalaman pertama menggunakan LMS, dan kurangnya ketersediaan jaringan internet dan listrik.