Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM PADA PELATIHAN BIDANG KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN PEMENUHAN TENAGA KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dina Indriyanti
JOEL: Journal of Educational and Language Research Vol. 1 No. 6: Januari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.656 KB) | DOI: 10.53625/joel.v1i6.1222

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai usability penggunaan (Learning Management System) LMS pada pelatihan tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Pada penelitian sebelumnya penelitian tentang LMS digunakan untuk pengolahan data master yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan pelatihan dan pembelajaran di kalangan guru, pendidikan formal dan perusahaan. Namun penelitian ini fokus pada pemanfaatan LMS dalam pelatihan jarak jauh, di balai pelatihan Kesehatan Cikarang. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2021, menggunakan model teori usability Neilsen, dengan subyek alumni peserta pelatihan Penugasan Khusus di angkatan tiga belas yang berjumlah 38 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner, pedoman wawancara dan telaah laporan penyelenggaraan pelatihan. Analisis penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini melakukan pengukuran usability untuk mendapatkan gambaran seberapa besar manfaat aplikasi dalam meningkatkan pemahaman peserta dan tingkat kesulitan yang ditemukan. Pengukuran dilakukan terhadap tingkat ketergunaan sistem melalui lima kriteria, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketergunan (usability) dari aplikasi adalah mudah dipelajari, efisien, pada saat pengguna berinteraksi, mudah mengingat prosedur, dan pengguna merasa nyaman dalam mengoperasionalkan aplikasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam pengembangan antarmuka aplikasi untuk pelatihan berikutnya dan untuk pelatihan bidang kesehatan lainnya. Kendala terbesar yang dialami alumni dalam mengakses LMS adalah, bahwa ini merupakan pengalaman pertama menggunakan LMS, dan kurangnya ketersediaan jaringan internet dan listrik.
USABILITY LEARNING MANAGEMENT SYSTEM PADA PELATIHAN TENAGA KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Dina Indriyanti
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 12 No 01 (2022): JURNAL TRANSFORMASI ADMINISTRASI
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v12i01.209

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai usability/penggunaan (Learning Management System) LMS pada pelatihan tenaga kesehatan masa pandemi Covid-19 di Bapelkes Cikarang. Pada penelitian sebelumnya LMS digunakan untuk pengolahan data-data master yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan pelatihan dan pembelajaran di kalangan guru, pendidikan formal dan perusahaan. Namun penelitian ini fokus pada pemanfaatan LMS dalam pelatihan jarak jauh, akibat pandemi Covid-19 di balai pelatihan kesehatan. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2021, menggunakan model teori usability Neilsen, dengan subyek alumni peserta pelatihan Penugasan Khusus di angkatan tiga belas yang berjumlah 38 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner, pedoman wawancara dan telaah laporan penyelenggaraan pelatihan. Analisis penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini melakukan pengukuran usability aplikasi LMS SI Tangkas Bapelkes Cikarang, untuk mendapatkan gambaran seberapa besar manfaat, pemahaman dan tingkat kepuasan peserta. Pengukuran dilakukan terhadap hasil belajar dan tingkat kepuasan peserta serta ketergunaan LMS SI Tangkas melalui lima kriteria, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar memenuhi nilai kelulusan dan tingkat kepuasan peserta rata-rata memuaskan. Sementara tingkat ketergunaan (usability) dari aplikasi SI Tangkas, adalah mudah dipelajari dan pengguna menyatakan puas dengan aplikasi ini. Namun dari sisi efisien, prosedur penggunaan dan tingkat kesalahan dalam mengoperasionalkan aplikasi didapatkan hasil kurang memenuhi usability. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam pengembangan antarmuka aplikasi untuk pelatihan berikutnya dan juga untuk pelatihan bidang kesehatan lainnya. Rekomendasi untuk penelitian ini adalah agar LMS bisa dikembangkan menjadi LMS yang lebih mudah diingat prosedur penggunaanya, lebih efisien, dan lebih sedikit kesalahan yang ditimbulkan.