This Author published in this journals
All Journal Kertha Semaya
Anak Agung Ngurah Aditya Mahendra
Fakultas Hukum Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANGGUNGJAWAB DESA ADAT DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK SISA UPACARA YADNYA Anak Agung Ngurah Aditya Mahendra; I Gede Pasek Pramana
Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/KS.2022.v11.i01.p01

Abstract

Tujuan riset dari karya tulis ilmiah ini antaralain untuk mengetahui peran desa adat dalam pencegahan pencemaran sampah plastik sisa upacara yadnya Hindu Bali. Metode yang digunakan ialah penelitian hukum normative. Dari penulisan karya tulis ilmiah ini ditemukan bahwa peran Desa adat pakraman memiliki hak untuk menyusun, mengurus, dan menaungi penyelenggaraan parahyangan, pawongan, dan palemahan desa adat, dan dalam perwujudan nilai segara kerthi bagi desa adat memiliki tugas pembinaan untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan desa pakraman beserta dengan adat istiadat kebudayaan. Sebagai perwujudan segara kerthi desa adat dapat mencipatakan kegiatan rutin untuk pembersihan pantai tempat melasti maupun wisata. Kesadaran budaya adalah hal yang penting untuk masyarakat agar sadar akan pentingnya pengelolaan sampah. The purpose of writing this scientific paper is, among other things, to find out the role of traditional villages in preventing plastic waste pollution from the Balinese Hindu yadnya ceremony at Bali, From the writing of this scientific paper, it was found that the role of Pakraman customary village had the right to regulate, manage and protect the administration of parahyangan, pawongan, and palemahan traditional villages, and in the embodiment of the value of Segara Kerthi for traditional villages, it has the duty of guidance to explore, preserve and develop the village. pakraman along with cultural customs. As a manifestation of the traditional village kerthi, it can create routine activities for cleaning the beaches where melasti and tourism are.