Reuben Reynold Sihite, Reuben Reynold
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN POLITIK WARGA DAN PENGUATAN DEMOKRASI DALAM KEPEMIMPINAN JOKOWI-AHOK Sihite, Reuben Reynold
Jurnal Visi Komunikasi Vol 13, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.852 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v13i2.1656

Abstract

This article discusses the political communication performed by Jokowi and Ahokas Governor and Vice Governor of Jakarta to its citizens. Jokowi and Ahok implicitly orindirectly with a consistent run of political education for the citizens of Jakarta. The way isby providing answers or reasons for the policies they run against their critics.This paperlinking the concept of political communication, political education, and democracy. Thisstudy found that political communication between the Governor and Deputy Governor of thecitizens actually contain political messages that are educating citizens to be more respect fordifferences, respect for competence rather than ethnicity / race, and also respect the law. Thepaper begins by various measures Jokowi and Ahok as Governor and Deputy Governor andthe criticism against them, the answers they give to their critics, a description of the conceptof political communication, political education, and democracy, as well as analysis andconclusions.Artikel ini membahas komunikasi politik yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahoksebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terhadap warganya. Jokowi dan Ahoksecara implisit atau tidak langsung telah dengan konsisten menjalankan pendidikan politikbagi warga DKI Jakarta. Cara tersebut adalah dengan cara memberikan jawaban-jawabanataupun alasan-alasan terhadap berbagai kebijakan yang mereka jalankan terhadap parapengkritik mereka. Makalah ini mengaitkan konsep komunikasi politik, pendidikan politik,dan demokrasi. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi politik antara Gubernur danWakil Gubernur dengan warganya sebenarnya mengandung pesan-pesan politik yang bersifatmendidik warganya menjadi lebih menghargai perbedaan, menghargai kompetensi daripadakesukuan/ ras, dan juga menghormati hukum. Makalah ini dimulai dengan berbagai langkahJokowi dan Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur beserta kritik-kritik terhadapmereka, jawaban-jawaban yang mereka berikan terhadap para pengkritik mereka, uraianmengenai konsep komunikasi politik, pendidikan politik, dan demokrasi, serta analisis dankesimpulan.