This Author published in this journals
All Journal SELONDING
Melisa Octaviana Santoso
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN TANGGA NADA PENTATONIK DALAM IMPROVISASI LAGU TAKARAJIMA KARYA HIROTAKA IZUMI Josias Tuwondai Adriaan; Melisa Octaviana Santoso
SELONDING Vol 18, No 2 (2022): : September 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v18i2.8556

Abstract

Tangga nada pentatonik adalah salah satu bahan improvisasi yang relatif sederhana dibandingkan dengan bahan improvisasi lain. Tidak jarang, terjadi praktik improvisasi yang terkesan monoton yang disebabkan oleh kurang berkembangnya ide-ide frasa serta minimnya penggunaan variasi dalam mengolah unsur-unsur tangga nada. Tugas akhir resital ini ditujukan untuk memperkaya konsepsi penerapan unsur-unsur tangga nada pentatonik ke dalam praktik improvisasi melalui pilihan jenis akor serta pengembangan bentuk frasa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara mengumpulkan sumber pustaka, webtografi, diskografi, serta melakukan wawancara terhadap narasumber yang berkompeten. Lagu yang dipilih sebagai wadah penerapan teknik-teknik dimaksud adalah lagu Takarajima ciptaan Hirotaka Izumi yang dibawakan dalam formasi trio, yaitu keyboard, bas, dan drum set. Pilihan lagu tersebut didasarkan pada kompleksitas komponen musikal yang terkandung di dalamnya seperti progresi akor yang variatif serta modulasi dan sinkopasi yang sangat menarik untuk diolah secara lebih mendalam. Penerapan tangga nada pentatonik pada lagu Takarajima ini berhasil diterapkan berdasarkan salah satu unsur nada akor menjadi dasar (root) pada akor baru di atas akor sebelumnya atau penumpukkan dua akor yang biasa disebut dengan istilah superimposition. Di dalam harmonisasi (akor) terdapat nada ekstensi seperti nada ke-9, 11, 13 serta nada alterasi yang juga dapat memperkaya atau memperluas wilayah improvisasi. Di sisi lain, pengembangan frasa tangga nada pentatonik dilakukan dengan cara menambahkan unsur blue note, kromatis, grace note, drone note, serta penggunaan double-note dengan interval 4th, 5th, dan 6th.